TAKALAR – Memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) tahun 2026, Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar melalui unit Public Safety Center (PSC) 119 menunjukkan peran aktifnya dalam memperkuat sistem penanggulangan bencana dan krisis kesehatan. Langkah ini diwujudkan melalui kolaborasi lintas sektor yang intensif guna memastikan kesiapan daerah menghadapi berbagai potensi keadaan darurat.(26/4/26)
Kesiapsiagaan dinilai sebagai faktor paling krusial dalam meminimalkan risiko serta dampak saat bencana terjadi. Mengingat ancaman krisis kesehatan dan bencana alam dapat muncul kapan saja, kesadaran kolektif menjadi kunci utama keselamatan publik.
Sebagai bagian dari edukasi kepada masyarakat, Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar mengimbau warga untuk mulai menerapkan langkah-langkah mitigasi sederhana namun berdampak besar, di antaranya:
Menyiapkan Tas Siaga: Menyediakan perlengkapan darurat dan kebutuhan dasar keluarga.
Menyusun Rencana Evakuasi: Memahami jalur evakuasi di lingkungan sekitar.
Literasi Informasi: Selalu mengikuti perkembangan informasi resmi dari pemerintah dan pihak berwenang guna menghindari disinformasi.
Dinas Kesehatan menegaskan bahwa kecepatan respons penanganan sangat bergantung pada seberapa siap masyarakat dalam menghadapi situasi awal pasca-bencana. Dengan kesiapsiagaan yang matang, dampak kerugian baik secara fisik maupun kesehatan dapat ditekan secara signifikan.
Melalui semangat “Bersatu dalam Siaga, Tangguh Menghadapi Bencana”, PSC 119 Takalar berkomitmen untuk terus menjadi garda terdepan dalam memberikan layanan kegawatdaruratan medis. Unit ini juga mendorong masyarakat untuk tetap waspada, sigap, dan responsif terhadap segala bentuk situasi darurat kesehatan maupun bencana alam yang mungkin terjadi di wilayah Kabupaten Takalar.





















Discussion about this post