BERITAPERS || Gaza – Pada dini hari, pasukan pendudukan Israel mencegat kapal-kapal yang tergabung dalam “Armada Keteguhan” (Global Sumud Flotilla) yang sedang berlayar menuju Jalur Gaza. Armada tersebut membawa bantuan kemanusiaan dengan tujuan menembus blokade dan menghentikan genosida yang menimpa warga Gaza.
Dalam aksi pencegatan itu, tentara Israel menangkap sejumlah aktivis internasional yang ikut serta, memborgol mereka, serta menguasai kapal dengan cara yang dinilai melanggar hukum internasional dan hak asasi manusia. Tindakan tersebut menuai kecaman luas dan disebut sebagai bentuk perompakan di laut lepas.
Insiden ini memicu gelombang demonstrasi besar di berbagai ibu kota dunia, termasuk Paris, Ankara, Roma, Athena, Berlin, Istanbul, Rabat, Tunis, hingga Nouakchott. Ribuan massa turun ke jalan menentang agresi Israel dan menyatakan solidaritas bagi rakyat Gaza yang masih terblokade.
Armada bantuan ini diikuti oleh delegasi dari berbagai negara, termasuk Indonesia, yang juga mengalami perlakuan represif dari pasukan Israel.
Masyarakat internasional pun didesak segera mengambil langkah untuk melindungi para aktivis dan menghentikan tindakan Israel terhadap armada kemanusiaan. Doa dan dukungan khusus juga disampaikan untuk keselamatan seluruh delegasi, terutama perwakilan dari Indonesia.





















