BERITAPERS || PAREPARE — Isu tentang manusia kanibal atau kanibalisme merebak di sejumlah daerah di Sulawesi Selatan dalam beberapa hari terakhir. Di Kota Parepare, isu tersebut sempat menimbulkan keresahan warga setelah beredar video di media sosial yang menampilkan seorang pria dengan perilaku mencurigakan di kawasan pemukiman. Menindaklanjuti laporan masyarakat, petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Parepare bergerak cepat dan mengamankan pria tersebut, yang kemudian diketahui merupakan Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).
Kepala Satpol PP Kota Parepare, Ulfah Lanto, S.STP., M.Si., menjelaskan bahwa tindakan tersebut dilakukan semata-mata untuk meredam keresahan warga serta memastikan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga.
“Kami menerima laporan dari masyarakat terkait adanya seorang pria yang dicurigai melakukan tindakan tidak wajar di lingkungan mereka. Setelah kami turunkan tim ke lokasi, kami pastikan bahwa yang bersangkutan bukan pelaku kejahatan seperti yang beredar di media sosial, melainkan ODGJ yang membutuhkan perhatian dan penanganan khusus,” ujar Ulfah Lanto.
Pria tersebut diamankan oleh petugas Satpol PP pada Rabu (15/10/2025) sekitar pukul 06.30 Wita di Jalan Garuda, Kelurahan Lompoe, Kecamatan Bacukiki. Saat diamankan, pria itu hanya membawa sarung berisi pakaian dan tidak ditemukan barang berbahaya.
“Kami tegaskan bahwa isu kanibalisme yang beredar itu tidak benar. Masyarakat diharapkan tidak mudah percaya dengan informasi yang belum terverifikasi. Jangan sampai isu yang tidak berdasar menimbulkan kepanikan,” tambah Ulfah.
Setelah proses pendataan, pria tersebut langsung diserahkan ke Dinas Sosial Kota Parepare untuk mendapatkan perawatan dan penanganan lebih lanjut.
Merebaknya isu kanibalisme di beberapa daerah Sulawesi Selatan menimbulkan kekhawatiran publik. Video dengan narasi serupa tersebar luas melalui media sosial, memicu kepanikan dan kesalahpahaman di masyarakat. Pemerintah daerah bersama aparat keamanan kini aktif melakukan sosialisasi agar masyarakat tidak mudah termakan hoaks.
Kasi Operasional Satpol PP Parepare, Apri, menambahkan bahwa pihaknya bertindak cepat setelah menerima laporan dari warga yang merasa takut dan gelisah akibat video yang beredar.
“Kami pastikan bahwa tindakan yang kami ambil murni berdasarkan pengaduan masyarakat. Setelah diperiksa, tidak ada indikasi tindakan berbahaya dari yang bersangkutan,” jelasnya.
Kasatpol PP Parepare, Ulfah Lanto, kembali mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi informasi di dunia digital.
“Kami mengajak masyarakat Parepare untuk tidak menyebarkan berita yang belum pasti kebenarannya. Jika menemukan sesuatu yang mencurigakan, segera laporkan kepada aparat, bukan disebarkan di media sosial. Langkah ini penting untuk menjaga suasana tetap aman dan kondusif,” tegas Ulfah.
Ia juga menegaskan bahwa Satpol PP bersama Dinas Sosial akan terus berkoordinasi dalam melakukan penanganan dan pendataan terhadap warga dengan gangguan kejiwaan yang ditemukan di jalan atau tempat umum, guna mencegah kesalahpahaman serupa di masa mendatang.
Kasus ini menjadi pengingat penting akan dampak negatif penyebaran informasi palsu serta perlunya perhatian lebih terhadap penanganan ODGJ di lingkungan masyarakat. Pemerintah daerah diharapkan dapat memperkuat program rehabilitasi dan sosialisasi publik agar masyarakat lebih memahami cara berinteraksi dengan kelompok rentan.
“Kami akan terus bersinergi dengan instansi terkait, baik Dinas Sosial, Kepolisian, maupun lembaga kesehatan jiwa, agar setiap warga mendapat perlindungan dan penanganan yang layak,” tutup Ulfah. (MLP)










