BERITAPERS || PINRANG — Kapolsek Mattiro Sompe menghadiri tradisi adat Mappalili yang digelar sebagai tanda dimulainya musim tanam atau turun sawah di Dusun Cappakala, Desa Samaenre, Kecamatan Mattiro Sompe, Rabu (26/11/2025).
Tradisi Mappalili merupakan salah satu warisan budaya agraris masyarakat Bugis yang masih dijaga hingga kini. Prosesi adat ini menjadi simbol harapan masyarakat agar mendapatkan hasil panen yang melimpah, terhindar dari hama, serta memperoleh keberkahan selama masa bercocok tanam.
Kegiatan ini turut dihadiri tokoh adat, tokoh agama, pemerintah desa, para petani, serta masyarakat setempat yang antusias mengikuti jalannya prosesi sakral tersebut.
Kapolsek Mattiro Sompe Iptu Baharuddin, dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi terhadap masyarakat Desa Samaenre, khususnya Dusun Cappakala, yang menjaga tradisi leluhur sebagai bentuk penghormatan terhadap alam dan budaya lokal.
“Tradisi Mappalili bukan hanya seremonial, tetapi merupakan bentuk rasa syukur dan permohonan kepada Allah SWT agar musim tanam berjalan lancar. Kami dari Polsek Mattiro Sompe siap mendukung masyarakat, terutama dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif selama kegiatan pertanian berlangsung,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu tokoh adat mengatakan bahwa pelaksanaan Mappalili tidak sekadar ritual, tetapi juga sebagai sarana mempererat persatuan warga. Nilai gotong royong, kebersamaan, dan spirit kerja keras menjadi pesan utama yang diwariskan kepada generasi muda.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, masyarakat Desa Samaenre berharap musim tanam tahun ini membawa hasil panen yang lebih baik dari sebelumnya serta mampu meningkatkan kesejahteraan petani.
Kegiatan berjalan lancar dengan penuh khidmat dan tetap mengedepankan kekompakan masyarakat. Setelah prosesi adat, acara dilanjutkan dengan doa bersama dan makan bersama sebagai wujud syukur dan kebersamaan. (Mlp)










