Andi Ulfah menilai kondisi tersebut mencerminkan kedewasaan mahasiswa dalam berdemokrasi dan kesigapan aparat dalam melindungi hak rakyat.
“Ini bukti bahwa Parepare bisa menjadi contoh. Aspirasi tersampaikan, aparat menjaga keamanan, dan semua berlangsung damai,” jelasnya.
Selain fokus menjaga gedung DPRD, Satpol PP juga menempatkan personelnya di beberapa ruas jalan sekitar lokasi aksi. Langkah ini diambil untuk mencegah kemacetan sekaligus mengantisipasi adanya pihak luar yang mencoba memanfaatkan situasi.
Kasatpol PP Parepare menegaskan pihaknya akan terus siaga hingga aksi benar-benar selesai. “Kami pastikan keamanan bukan hanya untuk gedung DPRD, tetapi juga keselamatan mahasiswa dan masyarakat sekitar,” tegasnya.
Menjelang sore, aksi mahasiswa diakhiri dengan damai. Perwakilan mahasiswa diterima anggota DPRD untuk berdialog dan menyerahkan dokumen tuntutan resmi. Setelah itu, massa aksi membubarkan diri dengan tertib, sementara Satpol PP tetap berjaga untuk memastikan situasi benar-benar kondusif.
Andi Ulfah menutup dengan pesan tegas bahwa kebebasan menyampaikan pendapat harus dijaga, namun juga harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab.
“Selama aspirasi disampaikan sesuai aturan, kami Satpol PP bersama aparat keamanan lain akan selalu hadir menjaga agar suasana tetap aman dan kondusif,” pungkasnya. (Mlp)





















