BERITAPERS || PAREPARE — Duka mendalam menyelimuti keluarga besar alumni tahun 1984 SMP Negeri 3 Parepare atas wafatnya salah satu alumni terbaik mereka, Idris, pada Jumat, 8 Mei 2026. Almarhum menghembuskan napas terakhirnya dan disemayamkan di rumah duka yang beralamat di Jalan Suaka Alam Minrulangnge, Kota Parepare.
Kepergian Idris meninggalkan luka dan kesedihan mendalam bagi keluarga, sahabat, serta rekan-rekan alumni yang selama ini mengenalnya sebagai sosok sederhana, ramah, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap persahabatan. Kabar duka tersebut cepat menyebar di kalangan alumni dan langsung disambut dengan ungkapan belasungkawa serta doa dari berbagai sahabat semasa sekolah.
Bagi para alumni angkatan 1984, Idris bukan sekadar teman lama, melainkan bagian dari keluarga besar yang selama ini aktif menjaga tali silaturahmi dan kebersamaan. Dalam setiap pertemuan alumni, almarhum dikenal selalu hadir membawa suasana hangat, penuh canda, dan semangat persaudaraan yang kuat.
Perwakilan alumni 1984, Hermanto, menyampaikan rasa kehilangan yang begitu mendalam atas wafatnya Idris. Menurutnya, almarhum adalah pribadi yang sangat baik dan selalu menjaga hubungan persaudaraan dengan seluruh sahabatnya.
“Kami keluarga besar alumni 84 SMP Negeri 3 Parepare sangat kehilangan sosok sahabat seperti Idris. Beliau adalah pribadi yang baik hati, rendah hati, dan selalu menghadirkan kehangatan di tengah kebersamaan kami. Banyak kenangan indah yang telah dilalui bersama sejak masa sekolah hingga sekarang. Semoga almarhum husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan serta kekuatan,” ujar Hermanto dengan penuh haru.
Ucapan belasungkawa terus mengalir dari para alumni melalui berbagai grup komunikasi dan media sosial sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum. Banyak di antara mereka mengenang Idris sebagai sahabat yang tidak pernah lupa menyapa dan selalu menjaga hubungan baik meski usia terus bertambah dan kesibukan masing-masing berbeda.
Kepergian Idris menjadi pengingat bagi seluruh sahabat alumni akan arti penting persaudaraan, silaturahmi, dan kebersamaan yang telah terjalin sejak bangku sekolah. Sosok almarhum dinilai telah meninggalkan kesan mendalam dan teladan tentang bagaimana menjaga hubungan persahabatan dengan tulus hingga akhir hayat.
Suasana haru menyelimuti rumah duka di Jalan Suaka Alam Minrulangnge. Sejumlah sahabat dan kerabat tampak datang silih berganti untuk memberikan penghormatan terakhir sekaligus mendoakan almarhum agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Meski Idris telah berpulang, kenangan tentang kebaikan, canda, dan kebersamaan yang pernah dibangun bersama sahabat-sahabatnya diyakini akan tetap hidup di hati keluarga besar alumni 1984 SMP Negeri 3 Parepare. (MLP)










