Suasana pelatihan yang dipandu oleh moderator Amelya Putri Azizah semakin hangat saat sesi tanya jawab dibuka. Salah satu mahasiswa STIMI YAPMI Makassar memberikan tanggapan serius dengan menyatakan bahwa pelatihan ini sangat membantu mereka dalam memahami struktur penulisan laporan organisasi yang lebih profesional.
Nuansa jenaka muncul saat seorang mahasiswa STIMI YAPMI lainnya berkelakar tentang materi tersebut. “Setelah mendengar penjelasan pemateri, saya baru sadar kalau membuat berita itu butuh data valid, ternyata sama beratnya dengan membuktikan janji manis mantan yang penuh fiksi,” selorohnya yang disambut tawa peserta.
Seorang mahasiswa MPI UINAM juga tak mau kalah memberikan komentar lucu saat membahas tentang pencarian ide berita. “Tadi dibilang ide bisa datang dari mana saja, saya langsung kepikiran mau buat berita investigasi tentang kenapa harga nasi kuning di kantin naik tapi porsinya makin melangsing,” ujarnya disambut riuh suasana ruangan.
Mendekati akhir acara, Sekretaris Prodi MPI UINAM, Ibu Lisa Nursita, S.E., M.Si, memberikan pidato penutup yang memotivasi seluruh peserta. Beliau berpesan agar semangat menulis yang telah dipantik hari ini terus dijaga dan dikembangkan hingga menjadi kebiasaan intelektual yang positif.
Ibu Lisa Nursita secara resmi menutup kegiatan dengan harapan agar kerja sama antara STIMI YAPMI dan UINAM dapat terus melahirkan program-program inovatif lainnya. Pelatihan ini diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai simbol eratnya persaudaraan dan kolaborasi akademik antara kedua institusi tersebut.






















Discussion about this post