Salah satu mahasiswi yang hadir mengungkapkan kekagumannya terhadap keberanian sang dosen dalam melakukan terobosan ini. Ia mengaku merasa jauh lebih rileks dan lebih mudah menangkap penjelasan tentang strategi bisnis internasional karena suasana kafe yang nyaman. “Saya benar-benar kagum dengan Pak Irfan. Beliau sangat kreatif dalam mencari suasana baru sehingga kami tidak merasa bosan dengan rutinitas kampus yang itu-itu saja, namun tetap serius dalam memberikan materi,” ujarnya dengan mata berbinar.
Senada dengan mahasiswa lainnya turut memberikan apresiasi tinggi terhadap pola bimbingan Irfan Afandi yang dianggap sangat inspiratif. Menurutnya langkah melakukan kuliah di luar kampus adalah bukti bahwa dosen mereka memiliki pemikiran yang progresif dan memahami bahwa inspirasi seringkali muncul di luar ruang formal. “Pak Irfan adalah sosok dosen inovatif yang berani keluar dari zona nyaman. Cara beliau membimbing kami sangat personal dan memotivasi kami untuk selalu berpikiran terbuka terhadap perubahan,” tambahnya.
Komentar lain datang dari mahasiswi lainnya yang menyoroti betapa efektifnya diskusi yang dilakukan di tempat yang berbeda seperti Kopi Kogo ini. Ia merasa bahwa dengan duduk santai di kafe, batasan komunikasi yang biasanya dirasakan di kelas menjadi lebih terbuka, sehingga mahasiswa lebih berani untuk bertanya dan berpendapat. Baginya, inisiasi ini memberikan warna baru dalam perjalanan akademiknya di semester 3 ini, di mana teori bisnis internasional terasa lebih relevan saat dibahas di tempat yang menjadi bagian nyata dari ekonomi lokal.
Irfan Afandi sendiri dalam sesi tersebut terus mendorong mahasiswanya untuk melihat dunia sebagai pasar yang luas dan penuh peluang, searah dengan perkembangan manajemen bisnis secara internasional. Beliau menekankan bahwa manajer masa depan harus mampu beradaptasi dengan lingkungan yang terus berubah, persis seperti metode pembelajaran yang beliau terapkan hari itu. Melalui diskusi interaktif, beliau memberikan gambaran nyata bagaimana brand-brand global mengelola operasional mereka di tengah keberagaman tantangan di berbagai belahan dunia.
Selama hampir dua jam, yakni hingga pukul 15.40 WITA, ke-29 mahasiswa tersebut tampak tenggelam dalam diskusi yang produktif meskipun suara rintik hujan masih terdengar di luar kafe. Tidak ada satu pun dari mereka yang terlihat mengantuk atau kehilangan fokus, sebuah fenomena yang jarang ditemui dalam perkuliahan sore hari di ruang kelas biasa. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa pendekatan kreatif yang diusung oleh Irfan Afandi sangat efektif dalam menjaga keterlibatan dan minat belajar mahasiswa STIMI YAPMI Makassar.






















Discussion about this post