BERITAPERS || Lero, Pinrang – Kamis 20 November 2025. BUMDes Desa Lero, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang kembali menunjukkan inovasi membanggakan melalui panen udang vaname hasil pemanfaatan kolam milik SMK Negeri 7 Suppa. Kolam berukuran 9 x 12 meter ini sebelumnya belum dimanfaatkan secara maksimal, namun kini berhasil dioptimalkan menjadi tambak produktif yang mendukung program ketahanan pangan desa.
Dengan masa pemeliharaan selama 88 hari, BUMDes Lero berhasil menghasilkan panen sebanyak 360 kilogram udang vaname dari 22.000 bibit yang ditebar. Capaian ini menunjukkan pengelolaan yang baik, penerapan teknis budidaya yang tepat, serta kolaborasi kuat antara pihak desa, BUMDes, dan SMK 7 Suppa.
Penjabat Kepala Desa Lero, Ahmad Syarif, S.Pd.I, menyampaikan apresiasi yang besar terhadap kerja sama dan hasil panen ini.
“Alhamdulillah, panen kali ini menjadi bukti bahwa kolaborasi bisa menghasilkan manfaat nyata. Meskipun ukuran kolam tidak terlalu besar, hasil 360 kilogram adalah capaian luar biasa. Kami berharap budidaya ini terus berkembang dan memberi manfaat berkelanjutan bagi masyarakat,” ujarnya.
Ketua BUMDes Lero, Asrul Said, juga memberikan tanggapannya terkait keberhasilan ini.
“Dari kolam 9 x 12 meter, panen 360 kilogram untuk siklus 88 hari adalah pencapaian yang sangat memuaskan. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk meningkatkan manajemen budidaya dan memperluas usaha. Kami ingin memastikan BUMDes benar-benar menjadi penggerak ekonomi desa,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala SMK Negeri 7 Suppa, Dedi Setiawan, S.Pd., M.Pd., menyambut baik kerja sama pemanfaatan kolam sekolah yang memberikan nilai tambah bagi dunia pendidikan.
“Kami sangat mendukung kegiatan ini. Selain membantu program ketahanan pangan desa, kolaborasi ini memberi pengalaman belajar langsung bagi siswa. Mereka dapat melihat proses budidaya udang vaname secara nyata, mulai dari penebaran bibit hingga panen,” ungkapnya.
Keberhasilan panen ini diharapkan dapat menjadi contoh positif bagi desa-desa lain dalam memanfaatkan aset secara kolaboratif, sekaligus menunjukkan bahwa inovasi dapat dimulai dari skala kecil namun berdampak besar bagi masyarakat. (Mlp)










