• Landing Page
  • Shop
  • Contact
  • Buy JNews
Kamis, September 24, 2026
  • Login
Beritapers
  • Home
  • Kesehatan
  • Politik
  • Bisnis
  • Dunia
  • Tehnologi
  • Market
  • Finance
  • Investing
No Result
View All Result
  • Home
  • Kesehatan
  • Politik
  • Bisnis
  • Dunia
  • Tehnologi
  • Market
  • Finance
  • Investing
No Result
View All Result
Beritapers
No Result
View All Result
  • Home
  • Kesehatan
  • Politik
  • Bisnis
  • Dunia
  • Tehnologi
  • Market
  • Finance
  • Investing
Home Berita Pendidikan

Moderasi Beragama Jangan Hanya Jadi Slogan di Kelas

Penulis : Dr. Hj. Andi Halimah, M.Pd

Muh. Anwar by Muh. Anwar
14 Juni 2026
in Berita Pendidikan
Reading Time: 3 mins read
0
Moderasi Beragama Jangan Hanya Jadi Slogan di Kelas
75
SHARES
1.3k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

BeritaPers. Opini || Di tengah derasnya arus informasi dan media sosial saat ini, guru menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Peserta didik tidak hanya belajar dari buku dan guru di sekolah, tetapi juga dari berbagai konten digital yang belum tentu benar dan sesuai dengan nilai-nilai kebangsaan maupun ajaran agama. Tidak jarang kita menemukan berita tentang ujaran kebencian, sikap intoleran, hingga paham keagamaan yang ekstrem menyebar melalui media sosial dan memengaruhi generasi muda.

Dalam kondisi seperti ini, pendidikan tidak cukup hanya mengajarkan ilmu pengetahuan. Sekolah dan madrasah juga harus menjadi ruang yang menumbuhkan sikap saling menghargai, toleran, dan mampu hidup berdampingan dalam keberagaman. Di sinilah pentingnya integrasi moderasi beragama dalam desain pembelajaran.

Moderasi beragama sering disalahpahami sebagai upaya mengurangi semangat beragama. Padahal, moderasi beragama justru mengajarkan cara beragama yang benar, seimbang, tidak berlebihan, dan tidak meremehkan ajaran agama. Moderasi beragama adalah jalan tengah yang menempatkan agama sebagai sumber kedamaian dan kemaslahatan bagi semua.

Prinsip ini sebenarnya telah diajarkan dalam Al-Qur’an. Allah Swt. berfirman:

“Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) umat yang wasath (moderat), agar kamu menjadi saksi atas manusia dan agar Rasul menjadi saksi atas kamu.”

(QS. Al-Baqarah [2]: 143)

Kata wasath dalam ayat tersebut sering dimaknai sebagai pertengahan, adil, dan seimbang. Artinya, seorang Muslim dituntut untuk menghindari sikap ekstrem, baik dalam pemahaman maupun praktik keagamaan.

Nilai yang sama juga diajarkan Rasulullah saw. dalam sebuah hadis:

“Sebaik-baik perkara adalah yang pertengahan.”

Anda Mungkin Menyukai Berita ini

Bunda PAUD Pinrang Hadiri Bimtek PAUDHI, Dorong Penguatan Layanan Anak Usia Dini

Bunda PAUD Pinrang Hadiri Bimtek PAUDHI, Dorong Penguatan Layanan Anak Usia Dini

23 September 2026
Paparan Visi, Misi dan Debat Kandidat OSIS SMAN 10 Pinrang Periode 2026/2027

Paparan Visi, Misi dan Debat Kandidat OSIS SMAN 10 Pinrang Periode 2026/2027

22 September 2026
KPU Pinrang Edukasi Pemilih Pemula di SMAN 10, Pilketos Jadi Praktik Demokrasi Siswa

KPU Pinrang Edukasi Pemilih Pemula di SMAN 10, Pilketos Jadi Praktik Demokrasi Siswa

21 September 2026
Tegaskan UNM Harus Maju dan Bermartabat, Arifin Manggau Resmi Maju Pemilihan Rektor

Tegaskan UNM Harus Maju dan Bermartabat, Arifin Manggau Resmi Maju Pemilihan Rektor

21 September 2026
Pelajar SMA Negeri 1 Bulukumba Pilih Universitas Tamalatea Makassar, Ambil Prodi Hukum

Pelajar SMA Negeri 1 Bulukumba Pilih Universitas Tamalatea Makassar, Ambil Prodi Hukum

20 September 2026

(HR. Al-Baihaqi)

Hadis ini menunjukkan bahwa keseimbangan merupakan prinsip penting dalam kehidupan seorang Muslim, termasuk dalam menyikapi perbedaan yang ada di masyarakat.

Sayangnya, dalam praktik pendidikan, moderasi beragama masih sering dipahami sebatas materi tambahan atau slogan yang dipasang di dinding sekolah. Padahal, yang dibutuhkan bukan sekadar penyampaian teori, melainkan pengintegrasian nilai-nilai moderasi dalam seluruh proses pembelajaran.

Guru Pendidikan Agama Islam, misalnya, tidak cukup hanya menjelaskan definisi toleransi. Guru perlu menghadirkan pengalaman belajar yang membuat peserta didik memahami makna toleransi dalam kehidupan nyata. Ketika membahas materi ukhuwah, guru dapat mengajak siswa berdiskusi tentang pentingnya menghargai teman yang berbeda latar belakang budaya, organisasi, atau pandangan. Saat mempelajari sejarah Islam, guru dapat menunjukkan bagaimana Rasulullah saw. membangun kehidupan masyarakat yang damai dan menghormati kelompok lain melalui Piagam Madinah.

Lebih jauh lagi, moderasi beragama tidak hanya menjadi tanggung jawab guru agama. Guru mata pelajaran lain juga dapat mengintegrasikannya sesuai konteks pembelajaran. Guru Bahasa Indonesia dapat memilih teks bacaan yang mengandung pesan toleransi. Guru IPS dapat mengajak siswa memahami keragaman suku, budaya, dan agama di Indonesia. Bahkan guru IPA dapat menanamkan nilai kerja sama dan penghargaan terhadap pendapat orang lain dalam kegiatan praktikum kelompok.

Di era digital, integrasi moderasi beragama juga dapat dilakukan melalui pemanfaatan teknologi. Guru dapat mengajak peserta didik membuat video pendek tentang toleransi, kampanye digital anti-perundungan, atau proyek kolaboratif yang mengangkat keberagaman budaya Indonesia. Dengan cara ini, moderasi beragama tidak hanya dipahami sebagai konsep, tetapi menjadi kebiasaan yang dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Penting untuk dipahami bahwa tujuan moderasi beragama bukan menyeragamkan keyakinan. Moderasi beragama justru mengajarkan bagaimana seseorang tetap teguh pada ajaran agamanya sekaligus menghormati hak orang lain untuk menjalankan keyakinannya. Sikap inilah yang sangat dibutuhkan Indonesia sebagai bangsa yang majemuk.

Guru memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang religius sekaligus toleran. Apa yang diajarkan dan dicontohkan guru di kelas sering kali lebih membekas dibandingkan materi yang tertulis di buku. Oleh karena itu, integrasi moderasi beragama dalam desain pembelajaran seharusnya tidak dipandang sebagai beban tambahan, melainkan sebagai investasi jangka panjang untuk membangun generasi yang berakhlak, bijak, dan mampu menjaga persatuan bangsa.

Pada akhirnya, moderasi beragama bukan sekadar program pemerintah atau tema seminar pendidikan. Moderasi beragama adalah kebutuhan nyata dalam dunia pendidikan kita. Jika nilai-nilai tersebut berhasil ditanamkan sejak dini, sekolah tidak hanya melahirkan peserta didik yang cerdas secara akademik, tetapi juga pribadi yang dewasa dalam beragama dan bermasyarakat. Itulah pendidikan yang sesungguhnya: mencerdaskan pikiran sekaligus memuliakan karakter.

Post Views: 111
Tags: Berita OpiniBerita PendidikanBerita PersDr. H. Andi HalimahFTK UINAM
Muh. Anwar

Muh. Anwar

Dr. Muh. Anwar HM, S.Ag., M.Pd adalah seorang dosen & praktisi pendidikan, CEO ITMT Indonesia, Ketua Program Studi Manajemen di STIMI YAPMI Makassar, beliau seorang penulis, public speaker, hypnoterapist & trainer hypnoteaching, telah melakukan berbagai penelitian di bidang Hipnoteaching dan telah mempublikasikan hasilnya di jurnal nasional dan internasional. Dengan dedikasi dan kontribusinya, Muh. Anwar HM menjadi salah satu dosen yang berpengaruh di UIN Alauddin Samata dengan spesialisasi  di bidang Manajemen Pendidikan,  hypnoteaching, hypnoteraphy dan public speaking yang diakui secara nasional. Beliau terus berusaha meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian di Indonesia, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Related Posts

Bunda PAUD Pinrang Hadiri Bimtek PAUDHI, Dorong Penguatan Layanan Anak Usia Dini
Berita Pendidikan

Bunda PAUD Pinrang Hadiri Bimtek PAUDHI, Dorong Penguatan Layanan Anak Usia Dini

by Ismail Waru
13 jam ago
0

BERITAPERS || PINRANG – Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Pinrang menghadiri Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUDHI) Tahun 2026 yang...

Paparan Visi, Misi dan Debat Kandidat OSIS SMAN 10 Pinrang Periode 2026/2027
Berita Pendidikan

Paparan Visi, Misi dan Debat Kandidat OSIS SMAN 10 Pinrang Periode 2026/2027

by Ismail Waru
1 hari ago
0

BERITAPERS || LANRISANG, PINRANG – Selasa, 22 September 2026. SMAN 10 Pinrang menggelar pemaparan visi dan misi serta debat calon Ketua dan Wakil Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah...

KPU Pinrang Edukasi Pemilih Pemula di SMAN 10, Pilketos Jadi Praktik Demokrasi Siswa

KPU Pinrang Edukasi Pemilih Pemula di SMAN 10, Pilketos Jadi Praktik Demokrasi Siswa

2 hari ago
Tegaskan UNM Harus Maju dan Bermartabat, Arifin Manggau Resmi Maju Pemilihan Rektor

Tegaskan UNM Harus Maju dan Bermartabat, Arifin Manggau Resmi Maju Pemilihan Rektor

2 hari ago
Pelajar SMA Negeri 1 Bulukumba Pilih Universitas Tamalatea Makassar, Ambil Prodi Hukum

Pelajar SMA Negeri 1 Bulukumba Pilih Universitas Tamalatea Makassar, Ambil Prodi Hukum

3 hari ago
Load More

Related News

Kapolres Parepare Pimpin Polantas Menyapa, Lakukan Aksi Bagi Dan Pasang Bendera Merah Putih Di Jalan Raya

Kapolres Parepare Pimpin Polantas Menyapa, Lakukan Aksi Bagi Dan Pasang Bendera Merah Putih Di Jalan Raya

14 Agustus 2025
Workshop DBD dan TOGA Dorong Perubahan Perilaku Kesehatan Masyarakat Cappa Galung

Workshop DBD dan TOGA Dorong Perubahan Perilaku Kesehatan Masyarakat Cappa Galung

24 Januari 2026
Gelar LDK, HIMATIKA FKIP Universitas PATOMPO Kukuhkan Sejumlah Anggota Baru

Gelar LDK, HIMATIKA FKIP Universitas PATOMPO Kukuhkan Sejumlah Anggota Baru

1 Februari 2025

Browse by Category

  • Artikel
  • Berita Budaya
  • Berita Cuaca
  • Berita Daerah
  • Berita Desa
  • Berita Dunia
  • Berita Ekonomi
  • Berita Foto
  • Berita Hankam
  • Berita Hiburan
  • Berita Hukum
  • Berita Kampus
  • Berita Kesehatan
  • Berita Kota
  • Berita Kriminal
  • Berita Nasional
  • Berita Olahraga
  • Berita Opini
  • Berita Pemerintahan
  • Berita Pendidikan
  • Berita Peristiwa
  • Berita Polisi
  • Berita Politik
  • Berita Ragam
  • Berita Religi
  • Berita Seremonial
  • Berita Sorot
  • Berita Sosbud
  • Berita Terbaru
  • Berita TNI
  • Berita Video
  • Breaking News
  • Business
  • Crypto
  • English News
  • Finance
  • Galeri
  • Health
  • International
  • Investing
  • Market
  • Movie
  • News
  • Newsbeat
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pedoman Siber
  • Politics
  • Protest
  • Space
  • Stories
  • Tajuk Utama
  • Technology
  • Trending Topik
  • Women
  • World
Beritapers

© 2025 - 2026 Beritapers.com - All Rights Reserved

Navigate Site

  • Blog
  • Checkout
  • Disclaimer
  • Elementor
  • Home
  • Home – العربية
  • Home 7
  • Indeks Berita
  • Keranjang
  • Kode Etik
  • Kode Etik Perilaku
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Sitemap_news
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Terms of Service

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Landing Page
  • Redaksi
  • Kode Etik Perilaku
  • Kode Etik
  • Indeks Berita
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

© 2025 - 2026 Beritapers.com - All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?