BERITAPERS || LANRISANG, PINRANG — Pembangunan Jembatan Aramco yang berlokasi di Kelurahan Lanrisang, Kecamatan Lanrisang, Kabupaten Pinrang terus menunjukkan perkembangan yang positif. Memasuki tahap pengerasan badan jembatan, personel Kodim 1404/Pinrang bersama masyarakat setempat tampak bahu-membahu menyelesaikan pekerjaan sebagai bagian dari persiapan menuju tahap pengecoran konstruksi utama, Kamis (18/06/2026).
Pekerjaan pengerasan badan jembatan menjadi salah satu tahapan penting dalam proses pembangunan. Pada tahap ini, material timbunan diratakan dan dipadatkan secara maksimal guna memastikan pondasi dan struktur dasar jembatan memiliki daya dukung yang kuat, stabil, dan mampu menopang beban kendaraan maupun aktivitas masyarakat yang akan melintas nantinya.
Pembangunan Jembatan Aramco ini merupakan bentuk nyata kepedulian TNI melalui Kodim 1404/Pinrang dalam membantu pemerintah daerah meningkatkan kualitas infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat. Selain menjadi sarana penghubung antarwilayah, keberadaan jembatan tersebut juga diharapkan mampu memperlancar arus transportasi, mendukung aktivitas perekonomian warga, serta meningkatkan akses masyarakat terhadap berbagai layanan publik.
Sejak dimulainya pembangunan, semangat gotong royong antara personel TNI dan warga terus terlihat dalam setiap tahapan pekerjaan. Kebersamaan yang terjalin tidak hanya mempercepat proses pembangunan, tetapi juga menjadi cerminan kuatnya kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mewujudkan pembangunan yang bermanfaat langsung bagi masyarakat.
Pasiter Kodim 1404/Pinrang, Kapten Arh Maslam, mengatakan bahwa pembangunan Jembatan Aramco merupakan salah satu program yang dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi TNI dalam mendukung percepatan pembangunan di wilayah Kabupaten Pinrang.
“Pengerasan badan jembatan yang saat ini sedang dilaksanakan merupakan tahapan penting sebelum pengecoran. Kami terus berupaya agar setiap proses pekerjaan berjalan sesuai perencanaan sehingga hasil yang diperoleh benar-benar berkualitas dan dapat digunakan dalam jangka panjang oleh masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, keterlibatan aktif masyarakat dalam proses pembangunan menjadi faktor penting yang mendukung kelancaran pekerjaan di lapangan. Menurutnya, semangat kebersamaan yang ditunjukkan warga menjadi bukti bahwa pembangunan infrastruktur merupakan tanggung jawab bersama demi kemajuan daerah.
“Kami sangat mengapresiasi partisipasi masyarakat yang selalu hadir membantu di lapangan. Sinergi yang terbangun antara TNI dan warga menjadi kekuatan utama dalam menyelesaikan pembangunan jembatan ini. Harapan kami, setelah selesai nanti, jembatan ini dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan mendorong peningkatan aktivitas ekonomi di wilayah Lanrisang,” tambahnya.
Warga Kelurahan Lanrisang menyambut antusias pembangunan jembatan tersebut. Selama ini, akses yang tersedia dinilai belum sepenuhnya mampu mendukung mobilitas masyarakat, terutama saat kondisi cuaca kurang bersahabat. Dengan hadirnya Jembatan Aramco, warga berharap perjalanan menjadi lebih aman, cepat, dan nyaman.
Selain mempermudah akses transportasi, keberadaan jembatan juga diyakini akan membuka peluang pengembangan sektor pertanian, perdagangan, dan usaha masyarakat lainnya. Distribusi hasil pertanian dan kebutuhan pokok diharapkan menjadi lebih lancar sehingga dapat memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
Hingga saat ini, proses pembangunan terus berjalan sesuai tahapan yang telah direncanakan. Dengan dukungan seluruh pihak, pekerjaan diharapkan dapat segera rampung sehingga Jembatan Aramco dapat difungsikan dan menjadi salah satu infrastruktur strategis yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kelurahan Lanrisang dan sekitarnya.
Pembangunan ini sekaligus menjadi bukti bahwa kolaborasi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat mampu menghadirkan solusi konkret terhadap kebutuhan infrastruktur di daerah, serta memperkuat semangat gotong royong sebagai warisan budaya bangsa yang tetap relevan dalam mendukung pembangunan di era modern. (MLP)






















Discussion about this post