TAKALAR, 24 Februari 2026 – Pendidikan merupakan pilar utama sekaligus benteng pertahanan bagi suatu negara dalam menjalankan roda pembangunan.
Keberadaan sistem pendidikan yang kuat menjadi kebutuhan mutlak untuk membangun fondasi bangsa agar tetap kokoh dan berdaya saing di tengah tantangan zaman yang kian kompleks. Pembangunan SDM yang unggul dimulai dari bangku sekolah sebagai investasi jangka panjang negara.
Sadar akan peran strategis tersebut, sektor pendidikan kini menjadi perhatian serius bagi para kepala negara maupun kepala daerah.
Hal ini dikarenakan kualitas pendidikan merupakan cermin keberhasilan sebuah pemerintahan; di mana daerah yang maju senantiasa lahir dari masyarakat yang terdidik secara intelektual maupun spiritual. Pendidikan yang merata akan mempercepat akselerasi pembangunan di segala lini kehidupan. Provinsi Sulawesi Selatan pun menempatkan pendidikan sebagai program prioritas dalam mewujudkan pembangunan yang tangguh.
Pemerintah daerah meyakini bahwa sumber daya manusia yang cerdas dan berakhlak mulia adalah modal utama yang sangat dibutuhkan oleh setiap wilayah pemerintahan untuk mencapai kemajuan yang berkelanjutan. Tanpa karakter yang kuat, kecerdasan intelektual tidak akan memberikan dampak positif yang maksimal bagi masyarakat.
Sebagai langkah konkret, Gubernur Sulawesi Selatan, Bapak Andi Sudirman Sulaiman, menginisiasi program “Ramadhan Mengaji” yang dilaksanakan di seluruh jenjang SMA dan SMK se-Sulawesi Selatan.
Program ini bertujuan membekali para siswa agar memiliki karakter kuat sebagai tonggak penyangga kokohnya tatanan masyarakat dan pemerintahan di masa depan. Inisiatif ini menjadi bukti nyata kepedulian pemerintah terhadap keseimbangan ilmu umum dan agama.
Selama lima hari berturut-turut di bulan suci Ramadhan, kegiatan ini fokus pada peningkatan minat baca Al-Qur’an serta pendalaman ilmu agama seperti fikih ibadah dan muamalah.
Program kolaboratif ini melibatkan berbagai elemen pemateri ahli, di antaranya berasal dari komunitas As-Sunnah Takalar dan BKPRMI.
Melalui pendalaman agama, siswa diharapkan mampu mengimplementasikan nilai-nilai kejujuran dan disiplin dalam kehidupan sehari-hari.
Koordinator Wilayah Kabupaten Takalar, Ustadz Amran Abu Muhammad Daeng Talli, menegaskan bahwa kecerdasan intelektual saja tidaklah cukup bagi generasi penerus.
Beliau menekankan bahwa bangsa ini membutuhkan generasi yang berakhlak, berbudi pekerti, dan memiliki iman yang kokoh, yang mana semua itu harus dimulai dengan pemahaman yang mendalam terhadap Al-Qur’an. Sinergi antara iman dan ilmu inilah yang akan menjadi penyelamat masa depan bangsa.






















Discussion about this post