“Alhamdulillah, berkat dukungan Dinas Kesehatan Kota Makassar, seluruh fasilitas dan tenaga medis bisa disediakan secara gratis,” ujarnya.
Momentum libur sekolah juga dimanfaatkan PMI untuk menggelar program ini secara bertahap. Dengan masa libur sekitar dua pekan, pelaksanaan khitan massal menjadi lebih fleksibel tanpa mengganggu kegiatan belajar anak-anak.
“Kami pilih waktu libur agar anak-anak bisa pulih sebelum kembali sekolah. Tanggal 15 nanti mereka sudah masuk sekolah, jadi pas sekali waktunya,” ujar khudry.
Sejauh ini, PMI Kota Makassar telah memfasilitasi sekitar 400 anak untuk mengikuti khitan gratis sejak program ini dimulai tahun ini. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah karena antusiasme warga yang terus meningkat.
PMI juga menggandeng PMI Kecamatan dan para relawan untuk mendukung kelancaran kegiatan ini. Hosry menyebutkan bahwa mereka telah menerima banyak permintaan serupa dari berbagai wilayah kota.
“Insyaallah kami akan lanjutkan lagi bulan Agustus mendatang. Selama masyarakat butuh, kami siap hadir,” tutupnya.










