MAROS — Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PORDASI) Sulawesi Selatan memperkuat pembinaan atlet sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan yang akan digelar di Kabupaten Bone dan Wajo.
Upaya tersebut diwujudkan melalui Lomba Pacuan Kuda Tradisional dan Berkuda Memanah memperebutkan Piala Bupati Maros di Desa Tanete, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros, 19-20 September 2026.
Kegiatan yang digelar Ketua PORDASI Sulsel Muzayyin Arif tersebut berlangsung meriah. Ajang ini tidak hanya menjadi wadah kompetisi bagi para atlet, tetapi juga menjadi sarana pembinaan, pelestarian tradisi berkuda, serta memperkuat semangat kebersamaan masyarakat.
Penyelenggaraan lomba digagas Karang Taruna Tunas Sinar Tanete bekerja sama dengan PORDASI Kabupaten Maros. Kegiatan tersebut turut mendapat dukungan Pemerintah Desa Tanete, UPTD Puskeswan Kabupaten Maros, PORDASI Pacu Sulawesi Selatan, dan PORDASI Berkuda Memanah Sulawesi Selatan.
Muzayyin Arif yang juga menjabat Ketua PORDASI Pacu dan Ketua PORDASI Berkuda Memanah Sulsel mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari persiapan atlet menjelang Porprov.
Menurutnya, ajang seperti ini penting untuk memperkuat kesiapan dan meningkatkan kualitas atlet melalui kompetisi secara langsung.
“Pelaksanaan kegiatan ini menjadi sarana latihan bersama untuk memantapkan kesiapan para atlet menjelang ajang olahraga provinsi. PORDASI Sulsel berkomitmen memperkuat pembinaan dan meningkatkan kualitas atlet,” ujar Muzayyin.
Selain pembinaan di tingkat daerah, PORDASI Sulsel juga membuka ruang bagi atlet untuk berkompetisi di tingkat nasional. Salah satunya melalui pengiriman kontingen yang akan mengikuti Kejuaraan Nasional Berkuda Memanah di Bogor pada pertengahan September 2026.
Dalam lomba di Desa Tanete, cabang Pacuan Kuda Tradisional diikuti sejumlah peserta dari berbagai wilayah di Kabupaten Maros. Antusiasme warga terlihat dari ramainya masyarakat yang memadati arena perlombaan.
Sementara itu, cabang Berkuda Memanah turut menyedot perhatian. Para atlet berkompetisi secara sportif sekaligus menguji kemampuan dan kesiapan mereka sebelum menghadapi kompetisi yang lebih besar.
Wakil Bupati Maros A. Muetazim Mansyur mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, ajang olahraga berkuda dapat menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan minat dan bakat, sekaligus membangun karakter, sportivitas, dan rasa kebersamaan.
Kepala Desa Tanete Takbir mengatakan kegiatan tersebut telah memasuki pelaksanaan keempat. Ia menyebut lomba selalu mendapat sambutan positif dari masyarakat.
Takbir juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung kegiatan, khususnya Kepolisian Resor Maros yang turut berperan dalam menjaga keamanan dan kelancaran selama acara berlangsung.
Ketua PORDASI Kabupaten Maros A.M. Alwi A. Gaffar menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan hanya kompetisi olahraga. Menurutnya, ajang ini sekaligus menjadi upaya mempertahankan tradisi berkuda yang telah berkembang di tengah masyarakat serta mempersiapkan atlet menghadapi Porprov.
Pelaksanaan lomba tersebut menunjukkan sinergi antara masyarakat, pemerintah, organisasi olahraga, dan aparat keamanan. Melalui pembinaan yang berkelanjutan, PORDASI Sulsel berharap olahraga berkuda semakin berkembang dan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang membawa nama Maros dan Sulawesi Selatan ke tingkat yang lebih luas.










