BeritaPers. Makassar – (26/3) Pada malam yang penuh berkah di bulan suci Ramadhan, suasana Masjid Babussalam di Jl. Syech Yusuf V, Makassar, dipenuhi dengan kehadiran para jamaah yang antusias mendengarkan ceramah dari Dr. Muh Anwar. HM dengan tema yang begitu relevan dan menggugah hati, beliau menyampaikan pesan mendalam mengenai pentingnya menjaga keutuhan spiritual dan moral dalam berpuasa.
Dalam ceramahnya, Dr. Muh Anwar. HM mengangkat sebuah fenomena yang sering terjadi di masyarakat, yaitu bagaimana sebagian orang sangat berhati-hati agar tidak membatalkan puasanya dengan setetes air, namun mereka tidak ragu untuk “menelan hak orang lain,” tindakan yang berpotensi merusak kehidupan akhirat mereka.
Beliau menjelaskan secara rinci, mengingatkan jamaah tentang kisah di zaman Rasulullah SAW, ketika keadilan ditegakkan dengan ketat, bahkan dalam hal-hal kecil seperti menjaga hak orang lain. Rasulullah SAW pernah menyebutkan bahwa amanah dan kejujuran adalah hakikat dari iman, sedangkan pelanggaran terhadap hak orang lain dapat menjadi beban berat di Yaumul Hisab.
Dr. Muh Anwar. HM juga menjelaskan fenomena ini dengan keadaan di masa kini, di mana masih sering ditemukan praktik-praktik yang merugikan sesama, seperti penipuan, pemotongan dalam perdagangan, atau bahkan mengambil sesuatu yang bukan miliknya. Semua ini, menurutnya, lebih merusak daripada sekadar “membatalkan puasa” secara teknis.
Dengan gaya bicara yang lantang, penuh keyakinan, dan bahasa yang mudah dipahami, Dr. Muh Anwar berhasil menyampaikan pesan ini dengan begitu mengena. Suara beliau yang tegas seolah menghipnotis jamaah, membuat mereka terpesona pada setiap kalimat yang terucap. Kombinasi dari analogi yang jelas dan penekanan pada nilai-nilai moral mendalam berhasil memukau jamaah malam itu.
Salah seorang jamaah, Ibu Maryam, menyampaikan kesannya setelah ceramah usai: “Subhanallah, ceramah Pak Dr. Muh Anwar.HM sangat luar biasa. Beliau menjelaskan dengan cara yang sederhana tapi begitu dalam. Saya jadi lebih sadar bahwa puasa bukan hanya soal menahan lapar dan haus, tapi juga menahan diri dari mengambil hak orang lain. Penjelasan beliau benar-benar membuka mata saya.”
Acara ini meninggalkan kesan mendalam bagi para jamaah. Diharapkan, melalui ceramah seperti ini, masyarakat akan semakin memahami esensi ibadah puasa dan mampu menjalankannya dengan lebih baik, tidak hanya sebagai ritual, tetapi juga sebagai sarana membentuk kepribadian yang lebih baik.
(AWR)






















Discussion about this post