BERITAPERS || UJUNG LABUANG, PINRANG – Puluhan kapal penangkap ikan yang dihiasi dengan aneka ornamen warna-warni memeriahkan Festival Nelayan di Desa Ujung Labuang, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, Rabu (8/7/2026). Tradisi yang digelar setiap dua tahun sekali tersebut kembali menjadi magnet bagi masyarakat pesisir sekaligus menjadi simbol rasa syukur para nelayan atas hasil laut yang telah menjadi sumber penghidupan mereka.
Sejak pagi hari, ratusan warga memadati kawasan pesisir Desa Ujung Labuang untuk menyaksikan iring-iringan kapal yang berlayar mengelilingi perairan setempat. Beragam hiasan bernuansa budaya maritim menghiasi kapal-kapal nelayan, menciptakan suasana meriah yang penuh kebersamaan dan semangat gotong royong.
Desa Ujung Labuang sendiri merupakan salah satu desa pesisir di Kecamatan Suppa yang berjarak sekitar 39 kilometer dari pusat Kota Pinrang, Kecamatan Watang Sawitto. Desa ini terdiri atas tiga dusun, yakni Dusun Kassipute, Dusun Panyempang, dan Dusun Tanahmilie.
Sebagai desa yang sebagian besar penduduknya menggantungkan kehidupan dari sektor perikanan tangkap, tradisi Festival Nelayan telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat setempat. Selain menjadi ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki dari laut, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antarnelayan dan seluruh elemen masyarakat.
Kepala Desa Ujung Labuang, Ruslan, mengatakan Festival Nelayan merupakan warisan budaya yang terus dijaga agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman. Menurutnya, tradisi tersebut memiliki makna yang sangat penting dalam membangun persatuan masyarakat pesisir.
“Festival Nelayan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan bentuk rasa syukur masyarakat atas rezeki yang diberikan Allah SWT melalui hasil laut. Kami ingin tradisi ini terus hidup dan diwariskan kepada generasi muda agar mereka tetap mencintai budaya bahari yang menjadi identitas Desa Ujung Labuang,” ujar Ruslan.
Ia menambahkan, pelaksanaan festival juga diharapkan mampu menjadi daya tarik wisata budaya yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil, pedagang, dan nelayan.
“Melalui festival ini kami berharap Desa Ujung Labuang semakin dikenal luas. Selain menjaga budaya lokal, kegiatan ini juga diharapkan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat karena banyak pengunjung yang datang untuk menyaksikan kemeriahan festival,” tambahnya.
Selama pelaksanaan kegiatan, masyarakat tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara. Tidak hanya warga Desa Ujung Labuang, sejumlah pengunjung dari desa sekitar juga turut hadir untuk menyaksikan parade kapal hias yang menjadi puncak perayaan.
Festival Nelayan Ujung Labuang telah menjadi agenda budaya yang dinantikan masyarakat pesisir Kabupaten Pinrang. Dengan semangat kebersamaan dan pelestarian budaya maritim, tradisi ini diharapkan terus menjadi warisan yang memperkuat identitas masyarakat nelayan sekaligus mendukung pengembangan potensi wisata bahari di Kecamatan Suppa. (MLP)










