BERITAPERS || Lanrisang, Pinrang – Puskesmas Lanrisang kembali menggelar Lokakarya Mini Lintas Sektor sebagai wadah koordinasi dan evaluasi program kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya. Kegiatan yang berlangsung di aula Puskesmas Lanrisang pada Selasa (2/09/2025) itu dihadiri Camat Lanrisang, Kapolsubsektor Lanrisang, kepala desa dan lurah, Babinsa, Bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat, kader kesehatan, serta sejumlah mitra kerja lainnya.
Kepala Puskesmas Lanrisang drg, Bertha Yestiani, M.Kes dalam sambutannya menegaskan bahwa lokakarya mini ini bukan sekadar rutinitas, melainkan forum penting untuk membangun sinergi antara sektor kesehatan dengan berbagai pemangku kepentingan di tingkat kecamatan dan desa.
“Puskesmas tidak bisa berjalan sendiri. Keberhasilan program kesehatan sangat ditentukan oleh dukungan lintas sektor, mulai dari pemerintah desa, aparat keamanan, hingga peran aktif masyarakat. Karena itu, lokakarya mini ini kita harapkan menjadi ruang bersama untuk menyatukan langkah,” ujarnya.
Dalam lokakarya tersebut, berbagai isu kesehatan menjadi sorotan, di antaranya upaya penurunan angka stunting, peningkatan cakupan imunisasi dasar lengkap, pencegahan penyakit menular, serta penguatan layanan posyandu. Selain itu, persoalan lingkungan sehat, sanitasi, hingga pola hidup bersih dan sehat (PHBS) juga menjadi bagian penting dalam diskusi.
Camat Lanrisang Bachrum Syah, S.STP,.M.Si, yang hadir dalam kegiatan itu mengapresiasi inisiatif Puskesmas dalam membangun kolaborasi. Menurutnya, keberhasilan program kesehatan adalah tanggung jawab bersama yang harus mendapat dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat.
“Kami dari pemerintah kecamatan siap bersinergi. Persoalan kesehatan bukan hanya urusan Puskesmas, tetapi menyangkut masa depan generasi Lanrisang. Karena itu, koordinasi lintas sektor harus terus kita perkuat,” tegasnya.
Lokakarya mini berlangsung interaktif dengan melibatkan peserta dalam diskusi kelompok. Sejumlah kepala desa menyampaikan tantangan di lapangan, mulai dari keterbatasan sarana kesehatan hingga rendahnya kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan layanan yang ada.
Perwakilan kader kesehatan juga menekankan perlunya penguatan kapasitas kader posyandu serta dukungan pemerintah desa dalam operasional kegiatan. Hal ini dinilai penting agar program kesehatan benar-benar menyentuh masyarakat hingga ke tingkat dusun.
Sebagai hasil dari lokakarya, peserta menyepakati beberapa langkah strategis. Di antaranya memperkuat peran desa dalam mendukung program stunting, meningkatkan koordinasi lintas sektor dalam penanganan penyakit menular, serta optimalisasi posyandu sebagai garda terdepan layanan kesehatan masyarakat.
Kegiatan ditutup dengan pembacaan komitmen bersama seluruh peserta untuk menjaga kesinambungan koordinasi dan mengawal setiap program kesehatan yang dijalankan Puskesmas Lanrisang.
Dengan adanya sinergi lintas sektor ini, diharapkan upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat Lanrisang dapat berjalan lebih optimal dan berkesinambungan, sejalan dengan visi mewujudkan masyarakat Pinrang yang sehat, produktif, dan sejahtera. (Mlp)



















