BERITA PERS || MAKASSAR – Jumat, 5 Juni 2026. Upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan terus dilakukan RSUD Andi Makkasau Parepare. Salah satu langkah strategis yang kini tengah dipersiapkan adalah pembukaan layanan Kateterisasi Jantung atau Cardiac Catheterization Laboratory (Cathlab), sebuah layanan medis modern yang berperan penting dalam diagnosis dan penanganan berbagai penyakit jantung.
Sebagai bagian dari proses pemantapan dan persiapan operasional layanan tersebut, RSUD Andi Makkasau melaksanakan studi banding ke RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, yang merupakan salah satu rumah sakit rujukan nasional dengan pengalaman dan kompetensi tinggi dalam penyelenggaraan layanan jantung terpadu.
Kunjungan ini menjadi momentum penting bagi tim RSUD Andi Makkasau untuk mempelajari secara langsung berbagai aspek teknis maupun manajerial dalam pengelolaan layanan Cathlab. Mulai dari sistem pelayanan pasien, tata kelola unit, standar operasional prosedur, kesiapan sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi medis, hingga sistem penunjang yang diperlukan agar layanan dapat berjalan secara optimal dan sesuai standar keselamatan pasien.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Andi Makkasau, dr. Hj. Muliana, Sp.M., M.Kes, menjelaskan bahwa studi banding tersebut merupakan bagian dari komitmen rumah sakit dalam menghadirkan layanan kesehatan yang semakin lengkap dan berkualitas bagi masyarakat Kota Parepare maupun daerah sekitarnya.
Menurutnya, pengembangan layanan Cathlab bukan hanya sekadar penambahan fasilitas kesehatan, tetapi juga merupakan langkah strategis untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan jantung yang cepat, tepat, dan komprehensif.
“Melalui kegiatan studi banding ini, kami memperoleh banyak masukan, pengalaman, serta gambaran nyata mengenai pengelolaan layanan kateterisasi jantung yang telah berjalan dengan baik. Hal ini menjadi referensi yang sangat berharga dalam mempersiapkan operasional layanan Cathlab di RSUD Andi Makkasau,” ujar dr.Hj. Muliana.
Ia menambahkan, kehadiran layanan Cathlab nantinya diharapkan mampu memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama bagi pasien yang membutuhkan penanganan penyakit jantung secara cepat. Selama ini, banyak pasien yang harus dirujuk ke rumah sakit di kota lain untuk mendapatkan tindakan kateterisasi maupun intervensi jantung, sehingga membutuhkan waktu, biaya, dan tenaga yang tidak sedikit.
Dengan tersedianya layanan tersebut di Parepare, masyarakat akan memiliki akses yang lebih dekat terhadap pelayanan kesehatan jantung yang modern dan berkualitas, sehingga peluang keberhasilan penanganan pasien dapat semakin meningkat.
Dalam pelaksanaan studi banding tersebut, tim RSUD Andi Makkasau juga melakukan diskusi intensif dengan para tenaga medis dan manajemen RSUP Wahidin Sudirohusodo terkait strategi pengembangan layanan jantung terpadu. Berbagai aspek yang menjadi perhatian meliputi pengelolaan sumber daya manusia, kebutuhan tenaga spesialis, pemeliharaan peralatan medis berteknologi tinggi, hingga sistem koordinasi pelayanan yang terintegrasi antara unit gawat darurat, ruang rawat inap, dan layanan Cathlab.
Selain itu, tim juga mempelajari mekanisme pelayanan yang berorientasi pada keselamatan pasien serta upaya peningkatan mutu layanan secara berkelanjutan. Pengalaman dan praktik terbaik yang diterapkan di RSUP Wahidin Sudirohusodo diharapkan dapat menjadi acuan dalam membangun sistem layanan Cathlab yang efektif dan berstandar tinggi di RSUD Andi Makkasau.
Dr. Muliana menegaskan bahwa pengembangan layanan spesialistik, termasuk layanan jantung, merupakan bagian dari visi RSUD Andi Makkasau untuk terus bertransformasi menjadi rumah sakit rujukan regional yang mampu memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat secara lebih luas.
“Dengan adanya layanan Kateterisasi Jantung nantinya, RSUD Andi Makkasau diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai rumah sakit rujukan regional yang mampu memberikan pelayanan kesehatan yang cepat, tepat, dan berkualitas. Ini merupakan wujud komitmen kami untuk terus meningkatkan mutu layanan kesehatan bagi masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa kehadiran layanan Cathlab juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat sistem layanan kesehatan daerah dan mendekatkan akses pelayanan spesialistik kepada masyarakat. Dengan dukungan sumber daya manusia yang kompeten, fasilitas yang memadai, serta sistem pelayanan yang terintegrasi, RSUD Andi Makkasau optimistis dapat menghadirkan layanan jantung yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat di Kota Parepare, wilayah Ajatappareng, hingga daerah sekitarnya.
Studi banding ini menjadi salah satu tahapan penting dalam proses persiapan layanan Cathlab sebelum resmi dioperasikan. Diharapkan, berbagai pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh dari kunjungan tersebut dapat menjadi bekal dalam mewujudkan layanan kateterisasi jantung yang profesional, berkualitas, dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Dengan terus melakukan pembenahan dan pengembangan layanan, RSUD Andi Makkasau menegaskan komitmennya untuk menjadi institusi pelayanan kesehatan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi medis serta mampu memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh lapisan masyarakat. Kehadiran layanan Cathlab nantinya diharapkan menjadi tonggak baru dalam penguatan layanan kesehatan jantung di Parepare dan kawasan sekitarnya. (MLP)










