BERITAPERS || Davao City, Filipina – Sekolah Pascasarjana Universitas Terbuka kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat diplomasi pendidikan Indonesia melalui kegiatan Courtesy Call bersama Konsul Jenderal Republik Indonesia di Davao City, Filipina, pada 27 Juli 2026.
Pertemuan yang berlangsung di Kantor Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Davao City tersebut menjadi pembuka rangkaian Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Internasional Tahun 2026 dengan tema International Community-Based Educational Program for Cultural Revitalization through Playful Learning for Indonesian Descent Children in Davao City, Philippines.
Kegiatan ini merupakan representasi kontribusi akademik Sekolah Pascasarjana Universitas Terbuka yang menaungi 13 program studi magister dan doktor dalam memperluas jejaring internasional melalui implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Program dipimpin oleh Dr. Widya Rizky Pratiwi, S.Pd., M.M., dosen Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris (MPBI), yang dipercaya sebagai Ketua Tim PkM Internasional Tahun Kedua.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Konsul Jenderal Republik Indonesia di Davao City, Bapak Agus Trenggono, Pejabat Fungsi Penerangan Sosial dan Budaya, Staf Pendidikan Sosial Budaya KJRI Davao, Wakil Kepala Sekolah Indonesia Davao (SID), serta tim pelaksana PkM Sekolah Pascasarjana Universitas Terbuka.
Dalam suasana yang hangat dan penuh semangat kolaborasi, kedua belah pihak mendiskusikan penguatan sinergi dalam mendukung pelestarian bahasa dan budaya Indonesia bagi anak-anak keturunan Indonesia di Filipina.
Selain membahas pelaksanaan program tahun kedua, pertemuan juga menjadi forum strategis untuk memperkuat kerja sama antara Universitas Terbuka, KJRI Davao, Sekolah Indonesia Davao, serta perguruan tinggi mitra di Filipina, yaitu Mindanao State University (MSU) dan Nueva Ecija University of Science and Technology (NEUST).
Diskusi mencakup peluang kolaborasi yang lebih luas di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan inovasi pembelajaran yang berorientasi pada pelestarian budaya Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Widya Rizky Pratiwi menjelaskan bahwa program yang diusung Sekolah Pascasarjana Universitas Terbuka bukan sekadar kegiatan pengabdian kepada masyarakat, tetapi merupakan gerakan pendidikan berbasis budaya yang dirancang untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas Indonesia melalui pendekatan playful learning.
Berbagai aktivitas seperti permainan tradisional, cerita rakyat, lagu daerah, pakaian adat, seni budaya, dan pembelajaran kolaboratif dirancang agar anak-anak diaspora tidak hanya mengenal budaya Indonesia, tetapi juga merasakan pengalaman belajar yang menyenangkan dan membangun kedekatan emosional dengan tanah air.
Konsul Jenderal Republik Indonesia di Davao City, Bapak Agus Trenggono, memberikan apresiasi atas konsistensi Sekolah Pascasarjana Universitas Terbuka dalam menghadirkan program yang tidak hanya memberikan manfaat di bidang pendidikan, tetapi juga menjadi bagian dari diplomasi budaya Indonesia.
Menurutnya, pendekatan playful learning merupakan inovasi yang efektif untuk menanamkan kecintaan terhadap bahasa dan budaya Indonesia kepada generasi muda diaspora.
Beliau juga berharap kolaborasi yang telah terjalin dapat terus berkembang sehingga memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat Indonesia di Filipina.
Keberhasilan pelaksanaan program pada tahun 2025 menjadi dasar bagi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Terbuka untuk kembali memberikan kepercayaan kepada Sekolah Pascasarjana melaksanakan program pada tahun kedua.
Dampak program tidak hanya terlihat dari antusiasme siswa dan guru Sekolah Indonesia Davao, tetapi juga dari keberlanjutan pemanfaatan berbagai hibah berupa televisi LED, printer, sound system, koleksi pakaian adat Indonesia, serta perangkat digital pembelajaran budaya yang hingga kini masih digunakan sebagai media pembelajaran.
Pendekatan playful learning juga berhasil menciptakan suasana belajar yang hangat, menyenangkan, sekaligus memperkuat ikatan emosional anak-anak diaspora dengan budaya Indonesia.
Wakil Kepala Sekolah Indonesia Davao, Nur Kholilah, S.E., M.Kom., mengapresiasi keberlanjutan program yang kembali dilaksanakan oleh Sekolah Pascasarjana Universitas Terbuka.
Menurutnya, berbagai hibah dan aktivitas budaya yang diberikan sejak tahun pertama masih dimanfaatkan hingga saat ini sebagai media pembelajaran.
“Program ini bukan hanya membawa bantuan fasilitas, tetapi juga menghadirkan pengalaman belajar yang membangun rasa percaya diri dan kecintaan anak-anak terhadap budaya Indonesia,” tuturnya.
Berangkat dari capaian tersebut, pelaksanaan tahun kedua dikembangkan dengan berbagai inovasi baru, di antaranya Workshop Mading Budaya Nusantara, permainan tradisional, eksplorasi cerita rakyat, festival budaya, kreasi seni, serta berbagai aktivitas budaya berbasis digital yang dirancang untuk meningkatkan kreativitas, kemampuan berbahasa, kerja sama, dan kecintaan peserta didik terhadap keberagaman budaya Indonesia.
Sebagai institusi pendidikan tinggi yang menaungi berbagai disiplin ilmu, Sekolah Pascasarjana Universitas Terbuka memandang bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya bertujuan memberikan solusi terhadap kebutuhan pendidikan, tetapi juga memperkuat peran perguruan tinggi sebagai bagian dari diplomasi pendidikan Indonesia di tingkat global.
Melalui kolaborasi dengan KJRI Davao, Sekolah Indonesia Davao, dan mitra internasional, kegiatan ini diharapkan menjadi ruang pembelajaran lintas budaya sekaligus mempererat hubungan generasi muda Indonesia di luar negeri dengan bahasa, budaya, dan identitas kebangsaannya.



















Discussion about this post