BERITAPERS || Sinjai – Suasana khidmat terasa di Masjid Pesantren Syi’ar Islam, Kelurahan Samataring, pada Ahad (7/12/2025). Masjid tersebut menjadi pusat perayaan Milad perdana Gerakan Mujahid Subuh (GMS) Kecamatan Sinjai Timur, sebuah gerakan dakwah yang genap berusia satu tahun sejak diluncurkan pada 7 Desember 2024.
Perayaan ini menjadi istimewa dengan kehadiran langsung Bupati Sinjai yang ikut melaksanakan salat subuh berjamaah, menunjukkan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap inisiatif keagamaan yang digerakkan oleh tokoh-tokoh agama lokal.
GMS lahir dari inisiasi tokoh-tokoh agama di Sinjai Timur yang melihat pentingnya menggerakkan kembali semangat subuh berjamaah, khususnya di kalangan pemuda. Perjalanan GMS dalam setahun ini tidaklah mudah; banyak tantangan yang harus dihadapi sebelum akhirnya dapat diterima secara luas oleh segenap lapisan masyarakat.
Namun, GMS memiliki konsep yang menarik dan efektif: shalat subuh dilakukan secara bergiliran dari desa ke desa setiap Ahad subuh. Bahkan, beberapa desa, seperti Desa Biroro dan Desa Kampala, telah rutin melaksanakannya setiap Jumat subuh. Konsep rotasi ini berhasil merajut tali silaturahmi antar-jamaah dan menghidupkan masjid-masjid yang selama ini mungkin kurang ramai di waktu fajar.
Dalam momentum Milad ini, Musrafil, selaku Ketua PC Pemuda Muhammadiyah Kecamatan Sinjai Timur, menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi tinggi kepada segenap keluarga besar GMS.
“GMS ini adalah gerakan dakwah yang melahirkan keadaan positif. Kami, Pemuda Muhammadiyah, tentu sangat mengapresiasi lahirnya GMS di Sinjai Timur,” tutur Musrafil.
Ia menegaskan bahwa semangat GMS sejalan dengan komitmen organisasi pemuda tersebut dalam membangun karakter dan spiritualitas pemuda. Musrafil juga secara terbuka menyatakan kesiapan PC Pemuda Muhammadiyah untuk terus berkolaborasi. “Kami siap berkolaborasi dalam kegiatan keagamaan di Sinjai Timur, karena GMS telah membuktikan diri sebagai pilar penting yang menggerakkan kebaikan sejak fajar,” pungkasnya.
Milad pertama GMS ini bukan hanya menjadi penanda usia, tetapi juga simbolisasi keberhasilan kolaborasi antara tokoh agama, pemerintah daerah, dan organisasi kepemudaan dalam membangun fondasi moral dan spiritual masyarakat Sinjai Timur.
(Rafi)





















Discussion about this post