BeritaPers || GOWA – Pemerintah Kabupaten Gowa melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus memacu percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah dataran tinggi. Pada Minggu (08/03/2026), tim gabungan yang terdiri dari pejabat fungsional Dinas PUPR bersama konsultan perencana melakukan peninjauan lapangan sekaligus pengukuran detail awal atau MC-0 pada ruas jalan poros Bolaromang – Kanreapia. Kegiatan ini menjadi tahapan penting untuk memastikan akurasi data teknis sebelum proses pekerjaan fisik dimulai dan alat berat diturunkan ke lokasi. Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, tim teknis melakukan pengukuran lebar badan jalan serta memetakan sejumlah titik kerusakan yang dinilai cukup parah dan memerlukan penanganan khusus, seperti penguatan fondasi jalan dan pembangunan sistem drainase pendamping guna mencegah genangan air yang dapat merusak struktur jalan. Dalam proses pengukuran tersebut, konsultan perencana memanfaatkan instrumen pengukur manual maupun digital untuk menghitung kebutuhan volume material yang akan digunakan dalam proyek pengaspalan.
Beberapa agenda utama dalam peninjauan lapangan meliputi verifikasi panjang dan lebar badan jalan guna menyesuaikan desain perencanaan dengan kondisi lahan eksisting, identifikasi kerusakan struktur terutama pada titik yang rawan tergenang air untuk menentukan posisi pembangunan cross drain atau gorong-gorong, serta penilaian kesiapan mobilisasi alat dan material dengan melihat aksesibilitas jalan bagi kendaraan pengangkut aspal seperti dump truck dan alat pemadat seperti vibro roller. Salah satu perwakilan tim teknis di lokasi menyampaikan bahwa pengukuran ini sangat penting agar kualitas pengaspalan nantinya sesuai dengan standar ketahanan terhadap beban kendaraan sehingga akses mobilitas masyarakat dari Bolaromang menuju Kanreapia dapat menjadi lebih lancar serta mampu mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya sektor pertanian di wilayah dataran tinggi tersebut. Ruas jalan Bolaromang–Kanreapia sendiri dikenal sebagai jalur vital bagi distribusi berbagai hasil bumi masyarakat, terutama komoditas sayur-mayur dan hortikultura yang selama ini menjadi andalan petani setempat.
Kondisi jalan yang berlubang dan tidak merata kerap memperlambat waktu tempuh serta meningkatkan biaya distribusi hasil pertanian. Dengan dimulainya tahapan pengukuran teknis ini, proyek pengaspalan jalan diharapkan dapat segera direalisasikan dalam waktu dekat sehingga akses transportasi masyarakat menjadi lebih aman dan nyaman. Warga setempat pun menyambut positif langkah cepat pemerintah daerah dalam merespons kebutuhan pembangunan infrastruktur tersebut, mengingat keberadaan jalan yang layak sangat berpengaruh terhadap kelancaran aktivitas ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan desa Bolaromang dan Kanreapia.






















Discussion about this post