BeritaPers. Bolaromang || Pagi yang sejuk di lereng perbukitan Desa Bolaromang mendadak riuh dengan suara gesekan sapu lidi dan denting cangkul yang beradu dengan tanah. Hari ini, Jum’at (13/02/2026), sebuah pemandangan harmonis tersaji di sepanjang jalan desa. Tidak ada sekat pembatas antara pejabat dan rakyat; semuanya melebur dalam satu visi besar: Gerakan Jum’at Bersih Serentak se-Kabupaten Gowa.
Sejak pukul 07.30 WITA, jajaran Pemerintah Desa Bolaromang telah bersiap di titik kumpul. Mengenakan pakaian olahraga, mereka tidak hanya hadir untuk memantau, tetapi turun langsung ke selokan-selokan dan area terbuka hijau, memungut sampah plastik serta memastikan aliran air lancar.
Gotong Royong: Warisan yang Kembali Bersemi
Kepala Desa Bolaromang menegaskan bahwa kehadiran pemerintah di tengah masyarakat dalam aksi ini adalah bentuk keteladanan. Menurutnya, instruksi dari Bupati Gowa mengenai gerakan kebersihan ini adalah momentum emas untuk membangkitkan kembali semangat Rewako dan gotong royong yang menjadi akar budaya lokal.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, dan masyarakat pun butuh pendampingan. Hari ini kita buktikan bahwa saat pemerintah dan warga bergerak bersama, beban seberat apa pun akan terasa ringan. Bolaromang yang bersih bukan sekadar impian, tapi tanggung jawab kolektif,” ujar sang Kepala Desa di sela-sela kegiatannya membersihkan drainase.
Respons Antusias Masyarakat
Melihat para perangkat desa bersimbah keringat di lapangan, antusiasme warga pun kian terbakar. Ibu-ibu rumah tangga tampak sibuk membersihkan pekarangan rumah masing-masing hingga ke pinggir jalan raya, sementara para pemuda desa dengan sigap mengangkut tumpukan sampah ke bak penampungan sementara.

Seorang warga dusun setempat mengungkapkan rasa bangganya melihat kekompakan ini. “Kami senang kalau pemerintahnya turun langsung begini. Jadi kita warga juga makin semangat. Kalau desa bersih, kita semua yang sehat, anak-anak main juga tenang,” ungkapnya.
Lebih dari Sekadar Membersihkan Sampah
Aksi yang mendukung visi “Gowa Maju” ini bukan hanya soal estetika lingkungan. Ada pesan mendalam yang ingin disampaikan melalui kolaborasi ini:
Penguatan Silaturahmi: Ruang publik berubah menjadi tempat berdialog antara pemerintah dan warga secara informal.
Edukasi Lingkungan: Masyarakat diedukasi secara langsung mengenai pentingnya memilah sampah organik dan anorganik.
Kesiapsiagaan Bencana: Pembersihan drainase secara masif menjadi langkah preventif desa dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem di bulan Februari.
Kegiatan yang berakhir menjelang waktu siang ini menyisakan wajah Desa Bolaromang yang lebih segar, rapi, dan sedap dipandang mata. Sinergi antara pemerintah desa dan masyarakat ini menjadi bukti nyata bahwa semangat membangun daerah dimulai dari kebersihan lingkungan terkecil.






















Discussion about this post