BERITAPERS || LANRISANG, PINRANG — SMAN 10 Pinrang mengambil langkah inovatif dalam menjaga kualitas pembelajaran selama penerapan sistem pembelajaran daring pada 14–18 September 2026.
Untuk membuat proses belajar dari rumah tetap menarik dan tidak monoton, para guru memanfaatkan media pembelajaran visual berupa komik edukasi dan poster yang dikembangkan melalui Komunitas Belajar (Kombel) SMAN 10 Pinrang.
Media tersebut dirancang sebagai alternatif penyampaian materi agar peserta didik lebih mudah memahami konsep pembelajaran tanpa harus selalu bergantung pada materi dalam bentuk teks.
Ketua Komunitas Belajar SMAN 10 Pinrang, Murdani, mengatakan pengembangan media visual tersebut merupakan hasil diskusi dan kolaborasi para guru dalam merespons tantangan pembelajaran jarak jauh.
“Melalui Kombel, kami berdiskusi dan mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi siswa selama belajar dari rumah. Salah satunya adalah kejenuhan ketika materi hanya disampaikan dalam bentuk teks. Karena itu, kami mencoba mengembangkan media visual berupa komik dan poster agar materi dapat disampaikan dengan cara yang lebih menarik dan mudah dipahami,” kata Murdani, Senin (14/9/2026).
Menurut Murdani, penggunaan komik dan poster bukan sekadar mempercantik tampilan materi pembelajaran. Media tersebut dirancang agar memiliki keterkaitan dengan materi yang diberikan guru dan dapat membantu siswa memahami pesan pembelajaran secara lebih sederhana.
Kepala UPT SMAN 10 Pinrang, Hj. Ida Riliani, SE., M.Pd., mengapresiasi kreativitas para guru tersebut. Ia menilai kondisi pembelajaran daring membutuhkan kemampuan guru untuk menyesuaikan metode dan media pembelajaran dengan situasi yang dihadapi peserta didik.
“Pembelajaran daring tidak boleh hanya dimaknai sebagai pemberian tugas kepada siswa. Guru perlu memastikan materi pembelajaran tetap tersampaikan dan siswa memperoleh pengalaman belajar yang bermakna. Apa yang dilakukan melalui komunitas belajar ini merupakan salah satu bentuk kreativitas guru dalam menyesuaikan pembelajaran dengan kondisi yang ada,” ujar Ida.
Pelaksanaan pembelajaran daring tersebut mengacu pada Surat Edaran Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 100.3.4/8413/DISDIK, yang mengatur pelaksanaan pembelajaran daring bagi satuan pendidikan jenjang SMA, SMK, dan SLB se-Sulawesi Selatan pada 14 hingga 18 September 2026.
Kebijakan tersebut diterapkan di tengah kondisi kelangkaan BBM dan antrean panjang di sejumlah SPBU yang berpotensi menghambat mobilitas peserta didik maupun tenaga kependidikan.
Dalam situasi tersebut, sekolah tidak hanya dituntut memastikan pembelajaran tetap berlangsung, tetapi juga menjaga agar proses belajar tetap terarah dan sesuai dengan tujuan pembelajaran.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMAN 10 Pinrang, Muh. Ali, mengatakan keberadaan Komunitas Belajar menjadi ruang penting bagi guru untuk bertukar gagasan sekaligus menghasilkan solusi pembelajaran.
“Guru dituntut mampu menyesuaikan strategi pembelajaran dengan kondisi yang dihadapi. Komik edukasi dan poster merupakan salah satu media yang kami kembangkan agar materi lebih komunikatif. Ini juga menunjukkan bahwa komunitas belajar dapat menjadi ruang bagi guru untuk berkolaborasi dan menghasilkan inovasi yang dapat langsung diterapkan dalam pembelajaran,” ungkap Ali.
Ia berharap variasi media pembelajaran tersebut dapat membantu mempertahankan perhatian dan keterlibatan siswa selama mengikuti pembelajaran dari rumah.
Bagi SMAN 10 Pinrang, penerapan pembelajaran daring tidak hanya menjadi tantangan, tetapi juga momentum untuk memperkuat kolaborasi dan kreativitas guru.
Melalui Komunitas Belajar, para pendidik didorong untuk tidak berhenti pada penyampaian materi dan pemberian tugas, tetapi terus mencari pendekatan yang lebih sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Pemanfaatan komik edukasi dan poster menjadi salah satu contoh bagaimana kolaborasi antarguru dapat menghasilkan media pembelajaran yang praktis, komunikatif, dan relevan dengan kondisi pembelajaran saat ini. (MLP)










