Menurutnya, melalui IHT ini, guru dapat mengembangkan strategi pembelajaran yang inspiratif.
Sementara itu, Pengawas Bina, Dra. Hj. Kasmawati, M.Ap., memberikan arahan mengenai pentingnya konsistensi implementasi pembelajaran mendalam di sekolah.
Beliau menekankan bahwa keberhasilan penerapan sangat bergantung pada komitmen guru dalam melaksanakan pembelajaran yang berbasis pada masalah serta kolaborasi lintas mata pelajaran. Kasmawati berharap IHT ini menjadi langkah nyata peningkatan kualitas pendidikan di SMAN 5 Takalar.
Kegiatan IHT menghadirkan narasumber dari Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Sulawesi Selatan, Dr. Sunardi, S.Pd., M.Pd. Dr. Sunardi mengupas tuntas konsep inquiry kolaboratif interdisipliner yang dinilai mampu menjembatani kebutuhan belajar siswa dengan perkembangan zaman.
Ia memaparkan metode, contoh penerapan, hingga strategi kolaborasi antarguru dalam merancang pembelajaran yang mendalam dan terukur.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para guru SMAN 5 Takalar mampu mengimplementasikan pembelajaran yang lebih inovatif, menyenangkan, dan berorientasi pada penguatan kompetensi siswa.
IHT ini bukan hanya menjadi ruang peningkatan kapasitas guru, tetapi juga memperkuat komitmen sekolah dalam menghadirkan pendidikan yang adaptif dan berkualitas bagi generasi masa depan.
(Penulis: Mansyur)










