BeritaPers. Gowa – (31 Maret 2025/1 Syawal 1446 H) Pagi itu, Kabupaten Gowa diselimuti rintik hujan yang turun sejak subuh. Namun, semangat dan kerinduan akan kemenangan setelah sebulan berpuasa tak dapat dipadamkan. Ratusan jamaah dengan khusyuk memadati Masjid Nurul Annisa di Kompleks Perumahan Graha Matahari Permai Pallangga, Gowa, untuk melaksanakan salat Idul Fitri 1446 H. Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti masjid yang sejuk dan tenang ini, seolah terisolasi dari hiruk pikuk dunia luar.
Sebelum salat dimulai, Ketua Panitia Masjid memberikan pengumuman yang membangkitkan semangat. “Insya Allah, dalam waktu dekat, Masjid Nurul Annisa akan mengalami transformasi besar. Kami akan membangun lantai dua, agar lebih banyak saudara-saudara kita dapat merasakan kesejukan dan ketenangan beribadah di tempat ini,” ujarnya, disambut takbir dan amin dari para jamaah. Pengumuman ini bukan sekadar informasi, tetapi juga sebuah janji, sebuah harapan, dan sebuah bukti cinta jamaah terhadap rumah Allah ini.
Tepat pukul 07.00 WITA, salat Idul Fitri dimulai. Ust. Maigos Kusnadi, S.Ag, alumnus Fakultas Dakwah UIN Alauddin Makassar, memimpin salat dengan lantunan takbir yang menggema, memecah keheningan pagi yang basah. Namun, puncak dari kegiatan ini adalah khutbah yang disampaikan oleh Dr. Muh Anwar. HM, dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Alauddin Makassar.
Dengan judul “Kasih Sayang Orang Tua Jembatan Menuju Ridha Ilahi,” Dr. Muh Anwar. HM menyampaikan pesan yang sangat menyentuh hati. Intonasi suaranya yang penuh emosi, improvisasi yang indah, dan penghayatan yang mendalam membuat suasana masjid menjadi sangat khusyuk. Beliau menggambarkan betapa besar dan mulianya kasih sayang orang tua, pengorbanan mereka yang tak terhingga, dan betapa ridha Allah SWT sangat bergantung pada ridha orang tua.
“Kasih sayang orang tua adalah cerminan dari kasih sayang Allah SWT. Jangan pernah sakiti hati mereka, karena itu sama saja dengan menyakiti hati Allah,” ujarnya dengan suara bergetar, membuat banyak jamaah meneteskan air mata. Beliau juga menekankan pentingnya mendoakan orang tua, baik yang masih hidup maupun yang telah tiada, sebagai bentuk bakti dan cinta seorang anak.
Khutbah yang disampaikan Dr. Muh Anwar. HM mendapat pujian dari para jamaah. Mereka mengaku sangat tersentuh dengan isi khutbah dan kagum dengan kemampuan khatib dalam menyampaikan pesan. “Khutbahnya sangat menyentuh hati. Saya sampai menangis teringat orang tua,” ujar seorang jamaah bernama Ibu Aisyah. “Beliau adalah sosok yang sangat paham dan mengerti tentang agama. Khutbahnya sangat bagus dan disampaikan dengan penuh penghayatan,” tambah Bapak Rahman.
Setelah shalat dan khutbah selesai, para jamaah berbondong-bondong untuk bersalaman dengan khatib. Saking antusiasnya, khatib sampai kelupaan sorbannya. Ketika panitia masjid mengkonfirmasi hal tersebut, jawaban khatib sungguh bijaksana, “Berikan kepada jamaah yang ingin menggunakannya.” Jawaban ini disambut senyum dan tawa kecil dari para jamaah, mencairkan suasana haru menjadi penuh keakraban.
Pelaksanaan shalat Idul Fitri 1446 H di Masjid Nurul Annisa tahun ini berjalan dengan lancar dan khidmat. Para jamaah berharap, semangat kebersamaan dan kasih sayang yang terjalin pada hari ini dapat terus terjaga di hari-hari mendatang. Semoga Idul Fitri 1446 H ini membawa berkah dan kebahagiaan bagi kita semua. Taqabbalallahu minna wa minkum.
(AWR)






















Discussion about this post