BERITAPERS || SINJAI — Pesisir Pantai Marana, Dusun Marana, Desa Pasimarannu, tampak berbeda pada Kamis (25/12/2025). Di balik keindahan panorama pantainya, geliat ekonomi sirkular sedang berlangsung nyata. Bank Sampah Unit (BSU) Desa Pasimarannu kembali membuktikan eksistensinya dengan melakukan penjualan sampah hasil pilah kepada Bank Sampah Induk Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Sinjai.
Dalam transaksi kali ini, tumpukan sampah yang biasanya menjadi beban lingkungan berubah menjadi komoditas bernilai. Sebanyak 300 kilogram sampah yang terdiri dari botol plastik, kaleng, gelas plastik, hingga kardus berhasil ditimbang dan diangkut untuk dikelola lebih lanjut.
Kegiatan ini disaksikan langsung oleh Ketua Pemuda Muhammadiyah Kecamatan Sinjai Timur, Musrafil, didampingi jajaran pengurus PCPM Sinjai Timur. Sebagai organisasi yang membina BSU Desa Pasimarannu, Musrafil tak mampu menyembunyikan rasa bangganya melihat produktivitas unit binaannya yang kian meningkat.
“Ini adalah penjualan keempat kalinya. Progresnya sangat luar biasa dan patut diapresiasi,” ungkap Musrafil dengan nada optimis.
angka 300 kilogram tersebut bukan sekadar berat timbangan, melainkan bukti nyata dari sebuah filosofi perjuangan “Mapaseddi Sumange”.
Namun, di balik keberhasilan tersebut, ia memberikan catatan penting terkait keberlanjutan unit ini. Musrafil menekankan bahwa untuk naik kelas, Bank Sampah Pasimarannu memerlukan dukungan infrastruktur yang memadai.
“Secara eksplisit, ada hal yang perlu menjadi atensi bersama, yakni pembangunan fisik gedung Bank Sampah dan ketersediaan alat transportasi. Dua hal ini adalah kunci pengembangan ke depan. Kami berharap ada perhatian khusus dari Pemerintah Daerah Sinjai untuk melihat potensi perkembangan ini,” tambahnya.
Musrafil juga menyampaikan rasa terima kasih kepada DLHK Kabupaten Sinjai atas bimbingan teknis dan pendampingan yang selama ini diberikan. Peran DLHK dianggap krusial dalam memastikan Bank Sampah unit desa tetap berkontribusi nyata dalam menekan volume sampah, khususnya di wilayah Sinjai Timur yang memiliki tantangan tersendiri terkait limbah.
Sebuah progres yang luar biasa. Di sinilah nilai Mapaseddi Sumange itu kita wujudkan; menyatukan semangat seluruh elemen pemuda dan masyarakat untuk menghidupkan ekosistem yang sehat di desa,” ujar Musrafil dengan penuh haru.
“Semoga pembinaan ini terus berlanjut agar kontribusi kami dalam mengurangi volume sampah bisa semakin maksimal,” harapnya.
Proses penimbangan dan jual beli sampah ini berlangsung tertib dengan dihadiri pula oleh Babinsa Desa Pasimarannu, Bapak Mustari, serta seluruh pengurus pengelola Bank Sampah Unit Desa Pasimarannu. Sinergi antara pemuda, pemerintah, dan TNI di Desa Pasimarannu ini menjadi sinyal positif bahwa kesadaran lingkungan mampu menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa.






















Discussion about this post