BeritaPers. – Suasana Masjid Nurul Haq di Jalan Emysaelan, Tidung, Makassar, pada malam ke-9 Ramadan (8 Maret 2025) tampak berbeda dari biasanya. Usai ceramah tarawih yang disampaikan oleh Dr. Muh Anwar HM, anak-anak berbondong-bondong menghampiri sang penceramah dengan wajah antusias. Bukan untuk bersalaman atau berfoto bersama, melainkan untuk meminta tanda tangan!
Usut punya usut, tanda tangan tersebut merupakan bukti kehadiran mereka dalam rangkaian kegiatan amaliah Ramadan di masjid selama sebulan penuh. “Ini tugas dari guru agama di sekolah, Kak. Harus kumpul tanda tangan ustadz setiap malam,” ujar salah satu anak dengan polosnya.
Tradisi amaliah Ramadan di Masjid Nurul Haq ini memang sudah berlangsung lama. Setiap malam, setelah salat tarawih, para jamaah disuguhi ceramah agama yang inspiratif. Kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah untuk menambah ilmu agama, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antarwarga.
“Kegiatan ini sangat positif, terutama bagi anak-anak. Mereka jadi terbiasa ke masjid dan mendengarkan ceramah agama,” ungkap salah satu jamaah putri. Ia juga menambahkan bahwa tugas dari guru agama tersebut cukup menantang, terutama bagi anak-anak yang pemalu. “Tapi, ini cara yang bagus untuk melatih keberanian mereka,” imbuhnya.
Dr. Muh Anwar HM, sang penceramah malam itu, tampak sabar melayani permintaan tanda tangan dari anak-anak. “Saya senang melihat semangat mereka. Semoga kegiatan ini bisa terus dipertahankan dan memberikan manfaat bagi kita semua,” tuturnya.
Salah satu anak yang berhasil mendapatkan tanda tangan Dr. Muh Anwar HM, dengan polosnya berkomentar, “Tadi ustadz ceramahnya lucu, kayak badut! Tapi, ilmunya banyak.” Komentar polos ini mengundang gelak tawa para jamaah yang hadir.
Kegiatan amaliah Ramadan di Masjid Nurul Haq ini menjadi bukti bahwa tradisi positif dapat memberikan dampak yang besar bagi masyarakat. Semoga semangat Ramadan ini terus menyala dan menginspirasi kita semua untuk menjadi pribadi yang lebih baik.






















Discussion about this post