BERITAPERS || MAKASSAR — Puluhan tahun jarak waktu antar angkatan seolah melebur dalam tawa dan jabat tangan erat. Kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali menjadi saksi sejarah berkumpulnya keluarga besar dalam perhelatan Temu Alumni Nasional (TEKNAS) Teknik Mesin UMI 2025 yang berlangsung di Hotel Claro Makassar, Minggu (28/12/2025).
Gelaran akbar ini bukan sekadar seremoni biasa. Mengusung tema filosofis, “Kembali ke Akar, Menguatkan Jejak, dan Merawat Silaturahmi”, acara ini menjadi magnet bagi para alumni lintas generasi. Mulai dari angkatan perintis tahun 1979 hingga lulusan muda tahun 2021, semuanya menyatu dalam balutan identitas “Solidarity Forever”.
Ketua Panitia, Andi Yusriadi Justar, S.T., M.M., sekaligus Wakil Rektor III Tritunas Makassar memberikan penegasan mendalam mengenai filosofi tema yang diangkat tahun ini. Menurutnya, tema tersebut adalah sebuah siklus kehidupan seorang alumni Teknik Mesin UMI.
“Kembali ke Akar berarti kita tidak boleh lupa pada rahim intelektual tempat kita dibentuk. Kampus ini adalah akar yang memberi nutrisi hingga kita bisa tumbuh besar seperti sekarang. Sementara Menguatkan Jejak adalah penegasan bahwa setiap alumni yang berkiprah di berbagai sektor industri harus meninggalkan legasi yang kuat dan membanggakan almamater,” urai Andi Yusriadi atau sapaan akrabnya dipanggil Yus.
Ia melanjutkan bahwa esensi terakhir, Merawat Silaturahmi, adalah bahan bakar utama untuk menjaga ekosistem alumni tetap hidup. “Silaturahmi inilah yang membuat akar tetap basah dan jejak tetap terlihat. Tanpa hubungan yang dirawat, kita hanya akan berjalan sendiri-sendiri,” tambahnya.
Berdasarkan data panitia, tercatat sebanyak 2.665 alumni yang tersebar di seluruh pelosok negeri. Meski demikian, atmosfer pertemuan di dalam kampus terasa sangat intim dengan kehadiran sekitar 300 delegasi. Andi Yusriadi menjelaskan bahwa kehadiran peserta kali ini mencakup 90 persen keterwakilan dari masing-masing angkatan yang pernah ada.
“Ini adalah angka yang membanggakan. Kehadiran perwakilan hampir seluruh angkatan ini menunjukkan bahwa estafet perjuangan dari generasi ke generasi terus berlanjut. Tidak ada patahan sejarah, semua tersambung dari angkatan 79 hingga 2021,” tegasnya.
Acara yang turut dihadiri civitas akademika UMI ini menjadi ruang dialog antar-era. TEKNAS 2025 adalah janji suci untuk terus berkontribusi bagi almamater, memastikan bahwa “Akar” Teknik Mesin UMI tetap kokoh menopang “Jejak” para insinyurnya di masa depan.






















Discussion about this post