BERITAPERS || PAREPARE — Kamis, 5 Maret 2026. Suasana malam ke-16 bulan suci Ramadhan atau yang dikenal masyarakat sebagai malam qunut berlangsung khidmat dan penuh kehangatan di Masjid Syekh Abdillah Mandar yang terletak di Jalan P. Midding, Kelurahan Cappa Galung, Kecamatan Bacukiki Barat, Parepare, Jumat malam.
Ratusan jamaah dari berbagai kalangan memadati masjid untuk menunaikan shalat Isya dan Tarawih berjamaah. Malam ke-16 Ramadhan yang oleh sebagian masyarakat disebut sebagai malam qunut ini menjadi momentum tersendiri bagi jamaah untuk semakin meningkatkan ibadah dan memperbanyak doa di bulan yang penuh berkah.
Usai pelaksanaan shalat Tarawih dan Witir, suasana kebersamaan semakin terasa ketika pengurus masjid menyediakan berbagai hidangan kue dan minuman ringan untuk dinikmati bersama para jamaah. Tradisi sederhana ini menjadi salah satu bentuk kebersamaan dan mempererat tali silaturahmi antarwarga yang hadir di masjid.
Imam Masjid Syekh Abdillah Mandar, Ayyub Hamid, menyampaikan rasa syukur atas antusiasme masyarakat yang terus meningkat dalam memakmurkan masjid selama bulan Ramadhan.
“Alhamdulillah, setiap malam Ramadhan jamaah selalu ramai. Terlebih pada malam-malam seperti ini, semangat masyarakat untuk beribadah sangat terasa. Kami berharap suasana kebersamaan ini terus terjaga, karena Ramadhan bukan hanya tentang ibadah secara pribadi, tetapi juga memperkuat ukhuwah dan kebersamaan di tengah masyarakat,” ujar Ayyub Hamid.
Ia juga mengapresiasi peran pengurus masjid serta warga sekitar yang secara sukarela berkontribusi menyediakan hidangan bagi jamaah setelah shalat Tarawih.
“Kami sangat berterima kasih kepada para pengurus masjid dan warga yang telah berpartisipasi menyiapkan hidangan untuk jamaah. Ini merupakan bentuk kepedulian dan kebersamaan yang patut dipertahankan,” tambahnya.
Sementara itu, salah satu jamaah masjid, Rusman Lahaseng, yang akrab disapa Pak RT, mengungkapkan bahwa kegiatan kebersamaan seperti ini memberikan suasana kekeluargaan yang kuat di tengah masyarakat.
“Kegiatan seperti ini sangat baik karena selain mempererat silaturahmi antarjamaah, juga menumbuhkan rasa kebersamaan. Setelah beribadah bersama, kita duduk menikmati kue sambil berbincang. Ini membuat hubungan antarwarga semakin dekat,” kata Rusman Lahaseng.
Menurutnya, kehadiran masyarakat yang terus memadati masjid selama Ramadhan menunjukkan tingginya kesadaran warga dalam menjalankan ibadah sekaligus memakmurkan rumah ibadah.
Masjid Syekh Abdillah Mandar sendiri dikenal sebagai salah satu pusat kegiatan keagamaan di wilayah Bacukiki Barat. Selama bulan suci Ramadhan, berbagai kegiatan keagamaan rutin dilaksanakan di masjid tersebut, mulai dari ceramah agama sebelum Tarawih, tadarus Al-Qur’an, hingga kegiatan sosial yang melibatkan masyarakat sekitar.
Kebersamaan yang tercipta pada malam-malam Ramadhan ini diharapkan dapat terus terjaga, sehingga masjid tidak hanya menjadi tempat beribadah, tetapi juga menjadi pusat memperkuat persaudaraan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. (MLP)










