Kerja sama ini juga membuka jalan bagi transfer ilmu pengetahuan, peningkatan kapasitas dosen, hingga pengembangan inovasi dalam sektor pertanian berkelanjutan.
“Kolaborasi ini adalah langkah nyata UIT dalam menjawab tantangan global dan memperkuat peran institusi pendidikan dalam menjembatani kebutuhan dunia akademik dan industri,” ujar Dr. Affandy dalam sambutannya.
Ia menambahkan bahwa kerja sama lintas negara ini selaras dengan visi UIT sebagai kampus unggulan yang adaptif terhadap dinamika global, terutama dalam pengembangan teknologi dan inovasi pertanian yang berdaya saing tinggi.
Kerja sama UIT dengan Martoda Biotech dan Union Harvest diharapkan menjadi titik awal dari sinergi akademik dan industri antara Indonesia dan Malaysia, serta memberikan dampak positif bagi pembangunan sektor pertanian dan perkebunan di kawasan Asia Tenggara. (*)










