BERITAPERS || WAETUOE, PINRANG – Sabtu , 18 Juli 2026. UPT SD Negeri 63 Pinrang, yang berlokasi di Desa Waetuoe, Kecamatan Lanrisang, terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Ajaran 2026/2027 yang edukatif, inklusif, dan berpusat pada peserta didik. Selama tiga hari pelaksanaan, sekolah mengemas berbagai kegiatan yang tidak hanya memperkenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga membangun karakter, kepercayaan diri, serta menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi murid baru.
Pelaksanaan MPLS diawali pada hari pertama dengan pembukaan resmi oleh Kepala UPT SD Negeri 63 Pinrang, Andi Bau Tenriampa, S.Pd. Kegiatan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, ditandai dengan penyambutan peserta didik baru serta pemberian cenderamata sebagai simbol ucapan selamat datang kepada keluarga besar sekolah.
Suasana penuh keakraban semakin terasa ketika para peserta didik mengikuti sesi perkenalan diri. Satu per satu murid memperkenalkan nama, asal, hingga cita-cita mereka di hadapan guru dan teman-teman baru. Kegiatan sederhana tersebut menjadi langkah awal membangun rasa percaya diri sekaligus mencairkan suasana sehingga peserta didik dapat beradaptasi dengan lingkungan sekolah tanpa rasa takut maupun canggung.
Setelah itu, para guru mengajak murid mengenal berbagai fasilitas sekolah, mulai dari ruang kelas, ruang guru, perpustakaan, halaman sekolah, hingga fasilitas pendukung lainnya. Pengenalan lingkungan sekolah dilakukan secara interaktif agar peserta didik memahami fungsi setiap ruangan sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan belajar mereka.
Memasuki hari ketiga, Rabu (15/7/2026), kegiatan MPLS semakin semarak dengan pelaksanaan sesi pengambilan foto kreatif. Aktivitas tersebut dirancang bukan sekadar sebagai dokumentasi, tetapi menjadi bagian dari strategi pembelajaran yang mendorong peserta didik berani tampil di depan kamera, mengekspresikan diri, serta mempererat hubungan dengan teman-teman dan para guru.
Dengan latar lingkungan sekolah yang dihias bernuansa ramah anak, para peserta didik tampak antusias menunjukkan berbagai pose dan ekspresi terbaik mereka. Gelak tawa serta keceriaan mewarnai setiap sudut sekolah, menciptakan suasana yang hangat dan penuh kebahagiaan.
Guru dan panitia MPLS terus memberikan pendampingan serta motivasi kepada seluruh murid agar berani tampil apa adanya. Pendekatan yang humanis tersebut menjadi implementasi nyata konsep MPLS Ramah yang mengedepankan penghormatan terhadap hak-hak anak, bebas dari praktik perundungan, intimidasi, maupun bentuk kekerasan lainnya.
Lebih dari sekadar kegiatan seremonial, sesi foto kreatif juga menjadi media untuk membangun rasa percaya diri, mengembangkan kemampuan bersosialisasi, serta memberikan kesan pertama yang positif terhadap lingkungan sekolah. Hasil dokumentasi tersebut nantinya akan menjadi kenangan berharga sekaligus simbol dimulainya perjalanan pendidikan para peserta didik di UPT SD Negeri 63 Pinrang.
Kepala UPT SD Negeri 63 Pinrang, Andi Bau Tenriampa, S.Pd., mengatakan bahwa seluruh rangkaian kegiatan MPLS telah dirancang berdasarkan prinsip Sekolah Ramah Anak dan mengacu pada kebijakan Kementerian Pendidikan mengenai pelaksanaan MPLS Ramah.
“Kami ingin memastikan setiap anak yang datang ke sekolah merasa diterima, dihargai, aman, dan bahagia. MPLS bukan hanya mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi momentum awal membangun karakter, keberanian, serta rasa percaya diri peserta didik. Melalui berbagai kegiatan yang menyenangkan, kami berharap anak-anak mampu beradaptasi dengan baik sehingga siap mengikuti proses pembelajaran,” ujar Andi Bau Tenriampa.
Menurutnya, pendidikan dasar tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga harus memberikan perhatian terhadap pembentukan karakter, kesehatan mental, kemampuan berkomunikasi, serta keterampilan sosial peserta didik.
“Melalui kegiatan seperti perkenalan diri, pengenalan lingkungan sekolah, hingga sesi foto kreatif, anak-anak belajar untuk saling mengenal, menghargai teman, berani tampil, dan merasa memiliki lingkungan sekolah. Nilai-nilai seperti disiplin, tanggung jawab, kerja sama, serta kepedulian terhadap sesama mulai ditanamkan sejak hari pertama mereka menjadi bagian dari sekolah ini,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa seluruh guru memiliki tanggung jawab menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan menyenangkan sehingga peserta didik dapat berkembang secara optimal sesuai potensi masing-masing.
“Kami berharap pengalaman positif selama MPLS menjadi kesan pertama yang membekas dalam ingatan anak-anak. Ketika mereka merasa nyaman berada di sekolah, semangat belajar akan tumbuh dengan sendirinya. Dari sinilah kami ingin mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, kreatif, mandiri, serta memiliki akhlak yang baik,” tutur Andi Bau Tenriampa.
Pelaksanaan MPLS Ramah di UPT SD Negeri 63 Pinrang menjadi bukti bahwa proses pengenalan lingkungan sekolah dapat dikemas secara edukatif, kreatif, dan menyenangkan tanpa meninggalkan nilai-nilai pendidikan karakter. Dengan mengedepankan pendekatan yang humanis, sekolah terus berupaya menghadirkan ruang belajar yang aman, inklusif, dan berpihak pada kepentingan terbaik anak.
Melalui sinergi seluruh tenaga pendidik, dukungan orang tua, serta semangat para peserta didik baru, UPT SD Negeri 63 Pinrang optimistis dapat melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, kemampuan beradaptasi yang baik, serta siap menghadapi tantangan masa depan sesuai dengan semangat pendidikan yang ramah anak dan berkelanjutan. (MLP)










