BERITAPERS || PAREPARE – Komitmen RSUD Andi Makkasau Parepare dalam mewujudkan lingkungan kerja yang aman, profesional, dan siap menghadapi berbagai kondisi darurat terus diperkuat. Usai pelaksanaan apel pagi rutin pada Senin (29/6/2026), manajemen rumah sakit menggelar sosialisasi penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang diikuti oleh seluruh pegawai, mulai dari tenaga kesehatan, tenaga administrasi, hingga unsur pendukung pelayanan.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sekaligus langkah preventif dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia menghadapi potensi keadaan darurat, khususnya kebakaran di lingkungan rumah sakit.
Dalam sosialisasi tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai fungsi APAR, pengenalan jenis-jenis alat pemadam sesuai klasifikasi kebakaran, teknik penggunaan yang benar, serta prosedur penanganan awal apabila terjadi insiden kebakaran. Kegiatan juga dilengkapi dengan simulasi penggunaan APAR agar seluruh pegawai tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan praktis dalam mengoperasikan alat pemadam api secara cepat, tepat, dan aman.
Sebagai fasilitas pelayanan kesehatan yang beroperasi selama 24 jam, RSUD Andi Makkasau memandang kesiapsiagaan seluruh pegawai sebagai aspek yang sangat penting dalam mendukung keselamatan pasien, pengunjung, maupun seluruh tenaga kerja. Oleh karena itu, edukasi dan pelatihan terkait mitigasi bencana serta penanganan keadaan darurat menjadi agenda yang terus dilaksanakan secara berkelanjutan.
Direktur RSUD Andi Makkasau Parepare, dr. Hj. Muliana, Sp.M., M.Kes., menegaskan bahwa peningkatan kompetensi pegawai dalam bidang keselamatan kerja merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit.
“Keselamatan merupakan fondasi utama dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, setiap pegawai harus memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar dalam menghadapi kondisi darurat, termasuk kemampuan menggunakan APAR secara benar. Kami ingin membangun budaya kerja yang tidak hanya profesional dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga memiliki kesiapsiagaan tinggi terhadap berbagai potensi risiko yang dapat terjadi di lingkungan rumah sakit. Dengan demikian, keselamatan pasien, pengunjung, dan seluruh pegawai dapat terjaga secara optimal,” ujar dr. Hj. Muliana.
Ia menambahkan, kegiatan sosialisasi dan simulasi penggunaan APAR akan terus dilaksanakan secara berkala sebagai bagian dari penguatan budaya keselamatan di lingkungan RSUD Andi Makkasau.
“Kami berharap seluruh pegawai tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu bertindak cepat, tepat, dan sesuai prosedur apabila menghadapi situasi darurat. Budaya keselamatan harus menjadi tanggung jawab bersama dan melekat dalam setiap aktivitas pelayanan di RSUD Andi Makkasau,” tambahnya.
Sementara itu, Humas RSUD Andi Makkasau Parepare, Hamsah, mengatakan bahwa sosialisasi penggunaan APAR merupakan salah satu bentuk komitmen rumah sakit dalam meningkatkan kesiapsiagaan seluruh pegawai terhadap potensi keadaan darurat.
“Sosialisasi penggunaan APAR ini merupakan salah satu bentuk komitmen RSUD Andi Makkasau dalam meningkatkan kesiapsiagaan seluruh pegawai terhadap potensi keadaan darurat, khususnya kebakaran. Kami ingin memastikan setiap pegawai memahami fungsi, cara penggunaan APAR yang benar, serta mampu bertindak cepat dan tepat apabila menghadapi situasi darurat. Keselamatan pasien, pengunjung, dan seluruh pegawai merupakan prioritas utama yang harus dijaga bersama,” ungkap Hamsah.
Menurutnya, budaya Safety First tidak hanya menjadi tanggung jawab manajemen, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif seluruh pegawai dalam menerapkan standar operasional keselamatan di setiap aktivitas pelayanan.
Melalui kegiatan ini, RSUD Andi Makkasau Parepare berharap seluruh pegawai memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam mengantisipasi risiko kebakaran serta mampu memberikan respons awal secara efektif sebelum petugas penanggulangan tiba di lokasi.
Dengan pelaksanaan sosialisasi tersebut, RSUD Andi Makkasau kembali menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan kesehatan yang profesional, berkualitas, humanis, serta didukung oleh lingkungan kerja yang aman, tanggap, dan berorientasi pada keselamatan pasien, pengunjung, maupun seluruh pegawai. (MLP)










