Dalam aksi unjuk rasa di Polda Sul-Sel tersebut, massa GERMATEK diterima oleh perwakilan Polda Sul-Sel yang juga merupakan salah satu penyidik dalam kasus TPPU kampus UMI. Pihak Polda Sul-Sel menyampaikan terkait permasalahan TPPU telah dilakukan proses sesuai prosedur yang ada, jika ingin informasi lebih lanjut silahkan berkordinasi dengan pihak yayasan UMI.
Sejalan dengan hal tersebut Andis juga menambahkan, saat aksi di depan menara pihaknya ditemui oleh Wakil Rektor III UMI. Dalam pertemuan itu Wakil Rektor III tidak memberikan tanggapan terkait kasus TPPU, justru hanya memberikan arahan kepada masa aksi untuk menunggu sampai rapat pimpinan selesai dan akan dipertemukan dengan pihak yayasan.
Selain itu kata dia, jika selama berada di gedung Rektor, Wakil Rektor III juga mengarahkan Kepala Biro agar mendampingi pihaknya sampai rapat selesai untuk bisa dipertemukan dengan pihak yayasan, namun sampai sore tidak dipertemukan dengan pihak yayasan alasan mereka rapat belum selesai.
Lebih lanjut, Andis menegaskan jika masalah ini tidak ditanggapi secara kooperatif oleh pihak kampus UMI dan Polda Sul-Sel, pihaknya akan terus melakukan gerakan sampai mendapatkan hasil yang jelas.
“Kami sangat dirugikan dengan adanya TPPU dalam kampus kami, karena UMI ini kampus swasta yang jelas sumber keuangannya dari mahasiswa langsung tetapi apa yang diperlihatkan para petinggi dikampus UMI ini adalah tindakan yang tidak patut terjadi dan harus diusut tuntas. Kawan-kawan lain juga dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) tiap fakultas sebelumnya telah melakukan pengusutan dan ini akan kami lakukan kembali secara bersama- sama dan masif. tutup Andis.
Laporan: Azis, Editor: Rudy G






















Discussion about this post