BERITAPERS || MAKASSAR – Wakamad Humas MAN Pinrang, Subair, meraih apresiasi sebagai salah satu peserta terbaik pada Rakerwil dan Workshop Coding serta AI KKMA Sulsel yang digelar di Hotel Aerotel Smile Makassar. Minggu, (14/9/2025), Ia juga mendapat kesempatan menyampaikan testimoni kritis terkait pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam dunia pendidikan.
Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) dan Workshop Coding dan Artificial Intelligence (AI) yang digelar Kelompok Kerja Madrasah Aliyah (KKMA) Provinsi Sulawesi Selatan berlangsung sukses. Acara yang dihadiri para Kepala Madrasah dan Wakil Kepala Madrasah bidang Kurikulum, Kesiswaan, Sarpras, dan Humas ini dibuka langsung oleh Kakanwil Kemenag Sulsel, Dr. H. Ali Yafid, M.Pd.I.
Pada penutupan kegiatan, Subair, Wakamad Humas MAN Pinrang, mendapatkan penghargaan sebagai salah satu peserta terbaik. Penghargaan tersebut diberikan oleh Kabid Pendamad Kanwil Kemenag Sulsel, Dr. Wahyuddin Hakim, S.Pd., M.Hum. Penghargaan serupa juga diterima oleh Wakamad Humas MA Biharul Ulum Ma’arif Suppa, Pinrang, Faharuddin, S.Pd dan MA Ummul Mukminin Makassar.
Tidak hanya menerima penghargaan, Subair juga diberi kesempatan menyampaikan testimoni mewakili seluruh peserta. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa AI perlu diposisikan sebagai mitra diskusi, bukan sumber kebenaran mutlak.
“AI sebaiknya diposisikan sebagai teman berdiskusi, bukan sebagai sumber kebenaran mutlak. Informasi yang disampaikan AI tetap memerlukan analisis dan verifikasi mendalam dari manusia sebagai pengguna,” tegas Subair.
Ia juga mengingatkan pentingnya budaya belajar berkelanjutan di era teknologi yang bergerak cepat. “Apa yang kita pelajari hari ini bisa jadi sudah tertinggal besok. Karena itu, kita tidak boleh berhenti belajar dan mengembangkan diri,” tambahnya.
Sikap kritis Subair mendapat sambutan positif dari Edward Ranggong, Google for Education Specialist wilayah Sulsel, Sulbar, dan Sultra. Edward menilai pertanyaan Subair tentang strategi pemanfaatan AI tanpa menimbulkan bias sangat relevan dengan kebutuhan dunia pendidikan saat ini.
Kabid Pendamad Kanwil Kemenag Sulsel, Dr. Wahyuddin Hakim, menilai testimoni Subair sebagai indikator keberhasilan acara. “Testimoni yang disampaikan menjadi bukti bahwa kegiatan ini memberikan nilai tambah nyata bagi para kepala madrasah dan wakil kepala madrasah,” ujarnya.
Rakerwil dan Workshop Coding serta AI KKMA Sulsel diharapkan dapat menjadi momentum penting dalam mendorong pemanfaatan teknologi di madrasah. Dengan adanya apresiasi terhadap peserta terbaik seperti Subair, kegiatan ini menunjukkan bahwa madrasah semakin siap beradaptasi menghadapi tantangan era digital. (FHR)





















