BERITAPERS || Semarak Hari Raya Iduladha kembali mewarnai atmosfer religius di Dusun Bolaromang pada Rabu, 27 Mei 2026 yang bertepatan dengan 10 Dzulhijjah 1447 Hijriah. Bertempat di kompleks Masjid Al-Irsyad Ma’arif NU Bolaromang, panitia kurban bersama pengurus takmir masjid dan warga setempat sukses menyelenggarakan prosesi penyembelihan hewan kurban. Pada pelaksanaan tahun ini, jumlah hewan yang dikurbankan tercatat sebanyak enam ekor sapi, yang semuanya berasal dari patungan jamaah serta partisipasi aktif warga Nahdliyin di wilayah tersebut.
Prosesi penyembelihan yang dimulai sejak pagi hari pasca-pelaksanaan salat Iduladha ini berlangsung dengan penuh khidmat, tertib, dan sarat akan semangat gotong royong. Pelaksanaan ibadah kurban di Masjid Al-Irsyad Ma’arif NU Bolaromang kali ini memegang makna yang cukup emosional dan monumental bagi warga setempat. Pasalnya, kegiatan ini menandai tahun keempat secara berturut-turut Masjid Al-Irsyad menyelenggarakan pemotongan dan pengelolaan hewan kurban secara mandiri sejak pertama kali diinisiasi.
Ketua Panitia Kurban di sela-sela kegiatan mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas konsistensi yang dinilai sebagai berkah luar biasa tersebut. Memasuki tahun keempat berjalan ini, pihak panitia melihat kepercayaan jamaah untuk menitipkan hewan kurbannya di Masjid Al-Irsyad terus terjaga dengan baik, bahkan memperlihatkan tren peningkatan kualitas pengelolaan dari tahun ke tahun.
Dalam kurun waktu empat tahun terakhir, institusi masjid yang berada di bawah naungan Lembaga Ma’arif Nahdlatul Ulama ini tidak hanya sekadar menjadi tempat eksekusi penyembelihan. Masjid ini telah bertransformasi menjadi pusat edukasi syariat kurban, di mana panitia memastikan seluruh proses sejak awal hingga akhir memenuhi standar kelayakan kesehatan hewan serta keabsahan fikih Islam.
Jalannya pemotongan di lokasi menunjukkan pembagian kerja yang sangat sistematis melalui beberapa posko terpadu untuk memastikan efisiensi waktu dan higienitas daging. Pada posko penyembelihan, penanganan dilakukan oleh jagal berpengalaman dengan pengawasan ketat dari tokoh agama demi memastikan kesesuaian syariat Islam. Selanjutnya, pada posko pengulitan dan pembersihan, para pemuda masjid bersama warga sekitar bahu-membahu memisahkan daging, tulang, serta jeroan.
Proses akhir dilakukan di posko penimbangan dan pengemasan yang menggunakan timbangan digital presisi untuk memastikan asas keadilan volume daging yang akan didistribusikan. Seluruh hewan kurban yang berjumlah enam ekor tersebut sebelumnya juga telah melalui fase skrining kesehatan yang ketat untuk memastikan bebas dari penyakit kuku dan mulut serta penyakit menular lainnya.
Panitia bergerak cepat menyalurkan ratusan kantong daging kurban agar kesegaran dan kualitasnya tetap terjaga dengan baik saat diterima oleh masyarakat. Sistem distribusi ini dilakukan melalui metode kupon terpusat dan pengantaran langsung ke rumah warga dengan mengutamakan lingkungan sekitar Masjid Al-Irsyad Ma’arif NU Bolaromang, kaum dhuafa, fakir miskin, serta para pendorong syiar Islam di desa tersebut.
Melalui momentum tahun keempat ini, pengurus Takmir Masjid Al-Irsyad berharap ibadah kurban ini tidak hanya dimaknai sebagai ritual tahunan semata. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi instrumen sosial yang kuat untuk mempererat tali silaturahmi, memperkecil kesenjangan ekonomi, serta meneguhkan eksistensi nilai-nilai kepedulian sosial ala Nahdlatul Ulama di tengah masyarakat Bolaromang.






















Discussion about this post