BeritaPers. Gowa || Warga di lingkungan Borongraukang, Kelurahan Samata, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, mulai menyuarakan kekecewaan mereka terhadap kondisi infrastruktur jalan di wilayah mereka. Meskipun menjadi salah satu jalur alternatif penting yang menghubungkan Kabupaten Gowa dengan Kota Makassar, jalan ini dikabarkan tidak pernah tersentuh pengaspalan hingga saat ini.
Berdasarkan pantauan di lokasi, kondisi jalan di Borongraukang jauh dari kata layak. Permukaan jalan hanya berupa tanah merah dan bebatuan lepas yang bergelombang. Saat musim kemarau, debu tebal beterbangan mengganggu pernapasan dan kebersihan rumah warga. Sebaliknya, saat hujan turun, jalanan berubah menjadi kubangan lumpur yang licin dan membahayakan pengendara motor.

Jalur Vital yang Terabaikan
Jalan di Borongraukang memiliki peran strategis sebagai jalur penghubung antara Samata (Gowa) menuju wilayah Manggala (Makassar). Namun, kontras dengan pesatnya pembangunan perumahan dan kampus di sekitarnya, akses jalan utama warga ini seolah luput dari perhatian pemerintah daerah.
“Kami merasa dianaktirikan. Di daerah lain jalanan sudah mulus, tapi di sini, yang merupakan jantung perbatasan Gowa-Makassar, jangankan aspal, pengerasan yang layak pun tidak ada, beberapa tahun yang lalu kami warga yang konsi-konsi untuk beli sirtu untuk mengurangi lumpur dan bisa di lalui oleh warga untuk melakukan aktivitas” ujar salah satu warga setempat yang enggan disebutkan namanya.

Dampak Ekonomi dan Keselamatan
Buruknya kondisi jalan tidak hanya menghambat mobilitas, tetapi juga berdampak pada aspek lain: Kerusakan Kendaraan; Warga mengaku harus mengeluarkan biaya ekstra untuk perawatan motor atau mobil karena sering menghantam lubang dan batu tajam. Keselamatan: Sering terjadi kecelakaan tunggal, terutama bagi pengendara roda dua yang tergelincir saat menghindari genangan air atau tumpukan batu. Harga Properti & Ekonomi: Akses yang buruk menghambat pertumbuhan ekonomi lokal bagi pedagang kecil di sepanjang jalur tersebut.

Harapan Warga kepada Pemkab Gowa
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Gowa, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), segera meninjau lokasi dan memasukkan pengaspalan jalan Lingkungan Borong raukang ke dalam prioritas anggaran tahun ini.
“Kami hanya ingin hak kami sebagai pembayar pajak dipenuhi, yaitu mendapatkan akses jalan yang layak seperti di pusat kota Sungguminasa atau Samata pada umumnya,” tutup perwakilan warga.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih menanti kepastian kapan perbaikan jalan tersebut akan direalisasikan agar aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat tidak lagi terhambat oleh infrastruktur yang memprihatinkan.
Laporan : Ismarianto




















Discussion about this post