BERITAPERS || Gowa – Sejumlah warga Kelurahan Jenebatu, Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa, mempertanyakan mekanisme pendistribusian bantuan sembako yang disalurkan kepada masyarakat. Selain menyoroti lokasi penurunan bantuan, warga juga mempertanyakan proses penyaluran yang disebut tidak melibatkan unsur pengawasan dari Babinsa maupun Bhabinkamtibmas.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari masyarakat, bantuan sembako tersebut tiba di wilayah Kelurahan Jenebatu menggunakan tiga unit kendaraan pengangkut. Dua unit kendaraan disebut menurunkan bantuan di Kantor Kelurahan Jenebatu, sementara satu unit kendaraan lainnya diduga menurunkan bantuan di kediaman salah seorang warga yang bukan merupakan aparat atau perangkat kelurahan.
Kondisi tersebut menimbulkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat terkait mekanisme distribusi bantuan, lokasi penyimpanan maupun penyaluran barang, serta pihak-pihak yang terlibat dalam proses pengawasan bantuan sosial tersebut.
Sejumlah warga mengaku tidak mempermasalahkan penyaluran bantuan selama dilakukan sesuai aturan dan berdasarkan data penerima yang telah ditetapkan. Namun, mereka berharap adanya keterbukaan informasi dari pihak kelurahan agar tidak muncul berbagai spekulasi di tengah masyarakat.
“Sebenarnya kami hanya ingin ada penjelasan yang terbuka. Kalau memang semuanya sudah sesuai prosedur, tentu masyarakat akan memahami. Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa ada bantuan yang diturunkan di luar kantor kelurahan dan bagaimana mekanisme pembagiannya,” ujar salah seorang warga RK Pannappassang yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Selain itu, warga juga menyoroti tidak terlihatnya keterlibatan Babinsa maupun Bhabinkamtibmas dalam proses pembagian bantuan sebagaimana yang selama ini kerap hadir dalam berbagai kegiatan penyaluran bantuan sosial sebagai bentuk pendampingan dan pengawasan di lapangan.
Menurut warga, kehadiran unsur TNI dan Polri dalam kegiatan penyaluran bantuan sering kali menjadi bagian dari upaya menjaga transparansi, ketertiban, serta memastikan bantuan tersalurkan sesuai sasaran. Karena itu, tidak hadirnya kedua unsur tersebut memunculkan pertanyaan dari sebagian masyarakat.
“Warga hanya ingin memastikan bantuan benar-benar sampai kepada yang berhak. Biasanya ada Babinsa atau Bhabinkamtibmas yang ikut memantau sehingga masyarakat merasa lebih tenang dan prosesnya lebih terbuka,” ungkap warga lainnya.
Masyarakat berharap pihak kelurahan dapat memberikan penjelasan terkait jumlah bantuan yang diterima, lokasi penyaluran, daftar penerima manfaat, serta alasan tidak dilibatkannya unsur Babinsa dan Bhabinkamtibmas apabila memang benar tidak hadir dalam kegiatan tersebut.
Sebagai bagian dari prinsip keberimbangan dalam pemberitaan, awak media telah berupaya menghubungi pihak Kelurahan Jenebatu untuk memperoleh klarifikasi terkait informasi yang berkembang di masyarakat, termasuk mengenai alur distribusi bantuan sembako, lokasi penurunan bantuan, daftar penerima manfaat, serta mekanisme pengawasan selama proses penyaluran berlangsung.
Konfirmasi juga direncanakan akan diajukan kepada Dinas Sosial Kabupaten Gowa selaku instansi terkait guna memperoleh penjelasan mengenai prosedur penyaluran bantuan sosial dan pihak-pihak yang seharusnya terlibat dalam proses distribusi.
Media ini membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada pihak Kelurahan Jenebatu maupun instansi terkait agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh, berimbang, dan berdasarkan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.
Redaksi menegaskan bahwa berita ini disusun berdasarkan informasi dan keluhan yang disampaikan warga. Seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah hingga terdapat penjelasan resmi dari pihak yang berwenang.










