BeritaPers || GOWA – Suasana tenang di sekitar kanal Bendungan Kajenjeng, wilayah Borongraukang, Kelurahan Samata, Kecamatan Somba Opu, mendadak berubah menjadi mencekam. Warga melaporkan kemunculan seekor buaya berukuran cukup besar yang kerap muncul ke permukaan air dan terlihat berjemur di bantaran kanal.
Keberadaan predator air tersebut menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat, mengingat jarak kanal dengan permukiman warga hanya sekitar 10 meter. Aktivitas harian warga yang bersentuhan langsung dengan aliran air kini diliputi rasa waswas, terutama bagi anak-anak dan warga yang beraktivitas di sekitar bendungan.
Penampakan buaya ini mulai ramai diperbincangkan setelah sejumlah warga berhasil mengabadikannya menggunakan kamera ponsel. Dalam gambar yang beredar, tampak seekor buaya dengan sisik tebal terdiam di pinggiran kanal yang dipenuhi tanaman pisang dan semak belukar.
Posisi buaya tersebut menghadap ke daratan dan berada sangat dekat dengan jalan yang kerap dilalui warga. “Awalnya kami kira hanya batang kayu. Setelah diperhatikan lebih lama, ternyata buaya. Kepalanya mengarah ke daratan dan jaraknya sangat dekat dengan jalan,” ujar salah seorang warga yang menyaksikan langsung kejadian tersebut.
Kekhawatiran warga semakin meningkat karena lokasi kanal yang berdekatan dengan rumah penduduk, sementara area sekitar bendungan kerap dijadikan tempat bermain anak-anak. Selain itu, sebagian warga masih memanfaatkan air kanal untuk berkebun maupun memancing, sehingga potensi interaksi langsung dengan satwa liar tersebut dinilai cukup tinggi.
Kondisi air kanal yang keruh kecokelatan serta tumbuhnya vegetasi liar di sepanjang bantaran membuat keberadaan buaya sulit terdeteksi saat berada di dalam air.
Situasi ini dinilai berbahaya, terlebih setelah hujan deras yang dapat mengubah arus air dan mendorong buaya berpindah tempat hingga mendekati wilayah permukiman. Pihak berwenang setempat bersama tokoh masyarakat mengimbau warga agar tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan.
Warga diminta untuk sementara waktu menghindari aktivitas di sekitar kanal, terutama pada malam hari, serta mengawasi anak-anak agar tidak bermain di area bendungan hingga kondisi dinyatakan aman.
Masyarakat juga diingatkan untuk tidak melakukan tindakan gegabah, seperti mencoba menangkap atau melukai buaya secara mandiri, karena hal tersebut dapat memicu perilaku agresif dan membahayakan keselamatan.
Rencananya, laporan mengenai kemunculan buaya ini akan segera ditindaklanjuti dengan berkoordinasi bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) guna melakukan penanganan lebih lanjut, termasuk kemungkinan evakuasi atau relokasi satwa tersebut, demi mencegah konflik antara manusia dan satwa liar yang dapat berujung pada korban jiwa.






















Discussion about this post