BERITAPERS || WiringTasi, Pinrang – Desa Wiring Tasi, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang, bersiap menjadi pusat perhatian dunia dengan digelarnya Festival Budaya Internasional pada 20–25 November 2025 mendatang. Ajang yang diproyeksikan sebagai festival budaya terbesar di Pinrang ini akan menghadirkan delegasi dari delapan negara dengan estimasi kehadiran 150 wisatawan mancanegara.
Beragam suguhan akan ditampilkan, mulai dari atraksi seni tradisional, teater rakyat, pameran kuliner khas daerah, hingga workshop kerajinan tangan. Salah satu ikon utama adalah pertunjukan tari kolosal yang melibatkan 1.000 penari dari kalangan pelajar se-Kecamatan Suppa, yang dipersiapkan secara khusus untuk menyambut tamu internasional.
Kepala Desa Wiring Tasi Andi Abbas,SH, menegaskan bahwa sebagai tuan rumah, pihaknya bersama masyarakat terus melakukan pembenahan agar festival berjalan sukses.
“Alhamdulillah, persiapan sudah mulai kami lakukan. Saat ini kami fokus pada pembenahan wilayah, termasuk infrastruktur yang menunjang kegiatan festival ini. Semua kami benahi satu per satu agar pelaksanaan berjalan lancar dan aman. Insya Allah, sebagai tuan rumah, kami ingin memberikan yang terbaik bagi tamu dari delapan negara yang akan hadir,” ucapnya.
Ia juga menyinggung pentingnya aspek keselamatan dalam pelaksanaan festival. “Kalau soal keselamatan, Insya Allah tidak ada keraguan. Memang musibah itu tidak ada yang menginginkan, tapi sebagai panitia kami sudah mengantisipasi berbagai hal agar peserta maupun pengunjung merasa aman. Ini penting, karena kegiatan ini melibatkan banyak orang, termasuk anak-anak sekolah,” tambah Kades.
Pemilihan Kampung Kreasi Wiring Tasi sebagai lokasi festival bukan tanpa alasan. Menurutnya, lokasi yang masih alami, dikelilingi pohon kelapa, serta dekat dengan pantai Lowita, menjadi daya tarik utama bagi wisatawan.
“Kami ingin menampilkan sesuatu yang berbeda. Wisatawan mancanegara yang hadir tentu menginginkan suasana yang alami, tidak dibuat-buat, dan bisa memberikan pengalaman unik. Nah, di Kampung Kreasi itulah letak keistimewaannya. Apalagi pantai Lowita yang indah juga bisa sekaligus diperkenalkan ke dunia luar,” jelasnya.
Festival Budaya Internasional ini diharapkan memberi dampak positif, khususnya bagi sektor ekonomi kreatif dan pariwisata lokal. Masyarakat Wiring Tasi akan dilibatkan langsung, mulai dari penyediaan kuliner, kerajinan, hingga layanan wisata.
“Selain menjadi ajang seni budaya, kegiatan ini juga menjadi peluang besar untuk menggerakkan ekonomi masyarakat. Kami berharap, dengan adanya festival ini, Wiring Tasi semakin dikenal, pariwisata kita semakin maju, dan masyarakat bisa merasakan manfaatnya secara langsung,” pungkas Kepala Desa.
Dengan kehadiran wisatawan dari delapan negara, Festival Budaya Internasional di Desa Wiring Tasi diyakini akan menjadi catatan penting dalam kalender pariwisata Kabupaten Pinrang sekaligus membuka jalan baru bagi promosi budaya dan pariwisata daerah ke kancah internasional. (Mlp)





















