“Kami sangat kehilangan. Khusnul adalah anak yang baik dan bertanggung jawab. Kami berharap proses pemulangan jenazahnya bisa berjalan lancar,” ujar salah satu anggota keluarga saat ditemui di kediamannya. Ungkapan belasungkawa juga datang dari rekan-rekan sesama WNI di Australia, khususnya komunitas Sasambo-Australia yang selama ini menjadi tempat Khusnul berinteraksi. Mereka mengenang Khusnul sebagai pribadi yang ramah dan aktif dalam kegiatan komunitas.
Pemerintah Indonesia melalui KBRI Canberra telah memberikan perhatian terhadap kasus ini. Pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Australia terus berkoordinasi dengan otoritas setempat serta keluarga korban untuk mempercepat proses administrasi pemulangan jenazah. “Kami akan memastikan bahwa seluruh prosedur hukum dan administrasi dipenuhi sehingga jenazah dapat segera dipulangkan ke tanah air. Kami juga akan membantu keluarga dalam proses ini,” ujar perwakilan KBRI Canberra.
Selain itu, Kementerian Luar Negeri RI juga telah berkomunikasi dengan pihak terkait untuk memastikan hak-hak almarhum dan keluarga terpenuhi, termasuk bantuan hukum jika diperlukan. Komunitas WNI di Australia, khususnya yang tergabung dalam Sasambo-Australia, turut berduka atas kepergian Khusnul Faizin. Mereka mengadakan doa bersama sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi almarhum.
“Kami semua di sini merasa kehilangan. Khusnul adalah sosok yang selalu ceria dan membantu sesama. Semoga dia mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya,” ujar salah satu anggota komunitas. Sebagai bentuk solidaritas, komunitas Sasambo-Australia juga menggalang dana untuk membantu keluarga almarhum dalam proses pemulangan jenazah. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban keluarga yang saat ini tengah berduka.
Pihak keluarga dan komunitas berharap agar seluruh proses pemulangan jenazah dapat berjalan dengan lancar tanpa kendala berarti. Mereka juga mengapresiasi dukungan dari berbagai pihak, termasuk KBRI dan pemerintah Indonesia yang terus mengawal kasus ini.
“Kami hanya ingin Khusnul bisa kembali ke tanah air dan dimakamkan di kampung halaman. Itu yang terpenting bagi kami sekarang,” ujar salah satu anggota keluarga. Kecelakaan tragis ini menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat, terutama WNI yang tinggal di luar negeri, untuk selalu berhati-hati dalam perjalanan, terutama di jam-jam rawan seperti dini hari. Semoga almarhum Khusnul Faizin mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini.
Sumber: NTBSatu
Editor: Uncle G










