BeritaPers. Opini – Menjelang ujian, banyak mahasiswa yang terjebak dalam godaan untuk belajar semalam suntuk atau dikenal dengan Sistem Kebut Semalam (SKS). Meskipun cara ini mungkin terasa seperti solusi cepat untuk menghafal materi, kenyataannya SKS sangat tidak efektif dan merugikan. Otak membutuhkan waktu untuk memproses dan menyimpan informasi, dan kurang tidur justru akan melemahkan kemampuan kognitif Anda.
Alih-alih menyerap materi dengan baik, SKS justru membuat Anda mudah lupa dan sulit memahami konsep secara mendalam. Belajar secara terburu-buru hanya akan menciptakan ingatan jangka pendek yang rapuh, sehingga saat ujian tiba, Anda akan merasa panik dan tidak yakin. Dengan menghindari SKS, Anda memberi kesempatan pada otak untuk bekerja secara optimal dan memastikan bahwa ilmu yang dipelajari benar-benar tersimpan dengan baik.
Jangan Melakukan SKS (Sistem Kebut Semalam)
Bukan rahasia lagi, mendekati ujian, godaan untuk melakukan Sistem Kebut Semalam (SKS) itu sungguh kuat. Rasanya seperti pahlawan super yang datang di menit-menit terakhir untuk menyelamatkan dunia. Kita duduk di depan tumpukan buku, ditemani secangkir kopi, dan bertekad menaklukkan semua materi dalam satu malam. Siapa sangka, otak kita yang tangguh ini seringkali berhasil. Kita bisa saja lolos dari ujian dengan nilai yang lumayan, bangga dengan “strategi jitu” ini. Tapi tunggu dulu, apakah kemenangan ini benar-benar sepadan?
Mari kita jujur, skenario ini terasa familiar. Kita hafal rumus, hafal definisi, semua serba instan. Lalu setelah ujian selesai, semua ingatan itu menguap begitu saja, seolah materi yang kita pelajari itu seperti kata sandi yang hanya berlaku satu kali pakai. Awalnya merasa lega, tapi kemudian sadar, yang kita dapatkan hanya nilai, bukan ilmu. Ini seperti pacaran hanya demi status, bukan karena cinta. Terasa hampa dan tidak ada artinya sama sekali.





















