• Landing Page
  • Shop
  • Contact
  • Buy JNews
Rabu, September 23, 2026
  • Login
Beritapers
  • Home
  • Kesehatan
  • Politik
  • Bisnis
  • Dunia
  • Tehnologi
  • Market
  • Finance
  • Investing
No Result
View All Result
  • Home
  • Kesehatan
  • Politik
  • Bisnis
  • Dunia
  • Tehnologi
  • Market
  • Finance
  • Investing
No Result
View All Result
Beritapers
No Result
View All Result
  • Home
  • Kesehatan
  • Politik
  • Bisnis
  • Dunia
  • Tehnologi
  • Market
  • Finance
  • Investing
Home Berita Terbaru Berita Opini

Maulid Nabi Muhammad SAW, Merayakan Kelahiran atau Menghidupkan Keteladanan

Syamzan Syukur

Kilang by Kilang
13 September 2026
in Berita Opini
Reading Time: 2 mins read
0
Maulid Nabi Muhammad SAW, Merayakan Kelahiran atau Menghidupkan Keteladanan
77
SHARES
1.3k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

BeritaPers ||  Setiap Rabiul Awal, umat Islam kembali mengingat sosok yang mengubah wajah sejarah manusia, Muhammad bin Abdullah SAW. Masjid dipenuhi shalawat, majelis digelar, makanan dibagikan, dan sirah Nabi dibacakan. Namun, ada pertanyaan penting yang perlu kita renungkan: apa sebenarnya yang kita rayakan ketika memperingati Maulid Nabi? Apakah sekadar kelahiran seorang manusia mulia, ataukah misi kemanusiaan yang dibawanya dan mengubah peradaban?

Pertanyaan ini penting agar Maulid tidak berhenti sebagai ritual tahunan yang meriah, tetapi benar-benar menghadirkan perubahan dalam kehidupan umat. Secara historis, perayaan Maulid dalam bentuk besar tidak ditemukan pada masa Nabi dan para sahabat. Tradisi ini berkembang beberapa abad kemudian dengan berbagai bentuk, seperti pembacaan sirah, shalawat, ceramah, sedekah, jamuan, dan tradisi lokal. Karena itu, Maulid juga menjadi cara umat Islam menjaga ingatan, kecintaan, dan keteladanan terhadap Rasulullah.

Masalahnya, kecintaan kepada Nabi terkadang berhenti pada simbol. Kita bershalawat, tetapi belum tentu meneladani kejujurannya. Kita membaca sirah, tetapi belum tentu memahami perjuangannya. Kita mengagungkan namanya, tetapi terkadang lupa pada nilai yang diperjuangkannya. Inilah paradoks yang harus kita renungkan.

Nabi Muhammad SAW hadir di tengah masyarakat yang diliputi ketimpangan sosial, fanatisme kesukuan, diskriminasi, dan ketidakadilan. Beliau tidak hanya menyampaikan ceramah moral, tetapi membangun manusia dan masyarakat. Beliau mengangkat martabat kaum lemah dan mengajarkan bahwa kemuliaan bukan ditentukan oleh suku, kekayaan, jabatan, atau kekuasaan, melainkan ketakwaan dan akhlak. Dari perubahan manusia itulah lahir perubahan masyarakat dan peradaban.

Pesan tersebut tetap relevan di tengah kehidupan modern. Teknologi semakin maju, kecerdasan buatan berkembang pesat, dan media sosial menghubungkan manusia dalam hitungan detik. Namun, kemajuan teknologi tidak otomatis membuat manusia semakin beradab. Kita masih menemukan orang yang berbicara tentang agama tetapi mudah menghina, rajin mengutip hadis tetapi tidak jujur, serta gemar memperdebatkan perbedaan tetapi kehilangan kasih sayang.

Karena itu, Maulid seharusnya menjadi cermin, bukan sekadar panggung. Ukurannya bukan seberapa meriah kita merayakannya, tetapi seberapa jauh akhlak Nabi hidup dalam diri kita. Jangan sampai kita sibuk menghias panggung tetapi lupa menghias akhlak, memperbanyak spanduk cinta Rasul tetapi juga memperbanyak ujaran kebencian, atau merayakan kelahiran Nabi tetapi tidak peduli kepada anak yatim dan kaum lemah.

Di Indonesia, termasuk Sulawesi Selatan, Maulid telah berinteraksi dengan budaya lokal melalui berbagai tradisi. Hal ini menunjukkan bahwa Islam dapat berdialog dengan kebudayaan selama nilai-nilai dasarnya tetap terjaga. Tradisi Maulid menjadi ruang untuk mempertemukan agama, sejarah, dan budaya dalam kehidupan masyarakat.

Pada akhirnya, Maulid bukan sekadar momentum mengenang masa lalu, tetapi kesempatan untuk memperbaiki masa kini. Jika Nabi adalah teladan kejujuran, maka kita harus belajar jujur. Jika beliau mengajarkan kasih sayang, kita harus menghadirkan kepedulian. Jika beliau membela kaum lemah, kita harus berani memperjuangkan keadilan. Dan jika beliau adalah pembangun peradaban, maka kita harus menjadi umat yang mencintai ilmu.

Nabi Muhammad SAW tidak membutuhkan perayaan kita. Kitalah yang membutuhkan keteladanan beliau. Beliau tidak menjadi mulia karena Maulid kita, tetapi Maulid dibutuhkan agar ingatan tentang Nabi tidak berhenti menjadi cerita dan cinta tidak berhenti menjadi kata-kata.

Anda Mungkin Menyukai Berita ini

Bulu Saukang 332 MDPL, Pendakian Pendek, Pelajaran Panjang

Bulu Saukang 332 MDPL, Pendakian Pendek, Pelajaran Panjang

19 September 2026
Interprofessional Education (IPE), Sebuah Gagasan dalam Penyiapan Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang Dapat Bekerja Pada Satu TIM

Interprofessional Education (IPE), Sebuah Gagasan dalam Penyiapan Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang Dapat Bekerja Pada Satu TIM

17 September 2026
Menyikapi Ujian: Sabar, Ikhlas, dan Tebar Kemaslahatan di Tengah Krisis Makassar

Menyikapi Ujian: Sabar, Ikhlas, dan Tebar Kemaslahatan di Tengah Krisis Makassar

13 September 2026
Ketika Sampah Jadi Media Belajar: Amelya Putri Azizah Tanamkan Cinta Lingkungan Sejak Usia Dini

Ketika Sampah Jadi Media Belajar: Amelya Putri Azizah Tanamkan Cinta Lingkungan Sejak Usia Dini

19 Agustus 2026
Pergantian Kapolri ” Dihembus Oleh Pihak-Pihak Terganggu Kenyamanannya

Pergantian Kapolri ” Dihembus Oleh Pihak-Pihak Terganggu Kenyamanannya

6 Agustus 2026

Maka pertanyaan terbesar dalam Maulid bukanlah, “Sudahkah kita merayakan kelahiran Nabi?” Melainkan, “Sudahkah akhlak Nabi lahir dalam diri kita?” Sebab Nabi telah lahir lebih dari empat belas abad yang lalu, tetapi nilai-nilai kenabian harus terus lahir setiap hari melalui kejujuran, kasih sayang, keadilan, kepedulian, ilmu, dan akhlak kita.

Post Views: 116
Tags: Berita Opiniberita pers opini
Kilang

Kilang

Kilang adalah tokoh yang terkait dengan dunia pendidikan dan jurnalistik, sering terlibat dalam acara pelatihan dan pengembangan keahlian jurnalistik untuk mahasiswa, menunjukkan peran aktifnya dalam meningkatkan literasi media dan kemampuan publikasi di kalangan umum dan akademisi. Telah memiliki pengalaman di dunia jurnalistik selama setahun lebih. Dan juga figur yang mendorong kegiatan literasi serta publikasi di lingkungan kampus.

Related Posts

Bulu Saukang 332 MDPL, Pendakian Pendek, Pelajaran Panjang
Berita Opini

Bulu Saukang 332 MDPL, Pendakian Pendek, Pelajaran Panjang

by Kilang
3 hari ago
0

BeritaPers || Jangan ukur sebuah pendakian hanya dari seberapa tinggi gunung yang ditaklukkan. Sebab, tidak semua perjalanan harus berakhir di ketinggian ribuan meter untuk memberikan pengalaman yang berarti....

Interprofessional Education (IPE), Sebuah Gagasan dalam Penyiapan Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang Dapat Bekerja Pada Satu TIM
Berita Opini

Interprofessional Education (IPE), Sebuah Gagasan dalam Penyiapan Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang Dapat Bekerja Pada Satu TIM

by Kilang
6 hari ago
0

BeritaPers || Saya sering sekali mendengar dan membaca keluhan dari beberapa guru dan dosen terkait beban adminstrasi yang mereka harus jalani dalam pelaksanaan tugas mereka. Sebutlah tugas menyiapkan...

Menyikapi Ujian: Sabar, Ikhlas, dan Tebar Kemaslahatan di Tengah Krisis Makassar

Menyikapi Ujian: Sabar, Ikhlas, dan Tebar Kemaslahatan di Tengah Krisis Makassar

1 minggu ago
Ketika Sampah Jadi Media Belajar: Amelya Putri Azizah Tanamkan Cinta Lingkungan Sejak Usia Dini

Ketika Sampah Jadi Media Belajar: Amelya Putri Azizah Tanamkan Cinta Lingkungan Sejak Usia Dini

1 bulan ago
Pergantian Kapolri ” Dihembus Oleh Pihak-Pihak Terganggu Kenyamanannya

Pergantian Kapolri ” Dihembus Oleh Pihak-Pihak Terganggu Kenyamanannya

2 bulan ago
Load More

Related News

Kapolres Parepare Pimpin Sertijab, Kompol Slamet Paryanto Resmi Menjabat Kabag Ops

Kapolres Parepare Pimpin Sertijab, Kompol Slamet Paryanto Resmi Menjabat Kabag Ops

1 Desember 2025
Bupati Pinrang Apresiasi Antusiasme Peserta Lomba Gerak Jalan HUT RI ke-80

Bupati Pinrang Apresiasi Antusiasme Peserta Lomba Gerak Jalan HUT RI ke-80

11 Agustus 2025
Komisi II DPRD Maros Siap Tindaklanjuti Dugaan Pajak Restoran Putri Bakery & Cake

Komisi II DPRD Maros Siap Tindaklanjuti Dugaan Pajak Restoran Putri Bakery & Cake

18 Oktober 2025

Browse by Category

  • Artikel
  • Berita Budaya
  • Berita Cuaca
  • Berita Daerah
  • Berita Desa
  • Berita Dunia
  • Berita Ekonomi
  • Berita Foto
  • Berita Hankam
  • Berita Hiburan
  • Berita Hukum
  • Berita Kampus
  • Berita Kesehatan
  • Berita Kota
  • Berita Kriminal
  • Berita Nasional
  • Berita Olahraga
  • Berita Opini
  • Berita Pemerintahan
  • Berita Pendidikan
  • Berita Peristiwa
  • Berita Polisi
  • Berita Politik
  • Berita Ragam
  • Berita Religi
  • Berita Seremonial
  • Berita Sorot
  • Berita Sosbud
  • Berita Terbaru
  • Berita TNI
  • Berita Video
  • Breaking News
  • Business
  • Crypto
  • English News
  • Finance
  • Galeri
  • Health
  • International
  • Investing
  • Market
  • Movie
  • News
  • Newsbeat
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pedoman Siber
  • Politics
  • Protest
  • Space
  • Stories
  • Tajuk Utama
  • Technology
  • Trending Topik
  • Women
  • World
Beritapers

© 2025 - 2026 Beritapers.com - All Rights Reserved

Navigate Site

  • Blog
  • Checkout
  • Disclaimer
  • Elementor
  • Home
  • Home – العربية
  • Home 7
  • Indeks Berita
  • Keranjang
  • Kode Etik
  • Kode Etik Perilaku
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Sitemap_news
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Terms of Service

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Landing Page
  • Redaksi
  • Kode Etik Perilaku
  • Kode Etik
  • Indeks Berita
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

© 2025 - 2026 Beritapers.com - All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?