BERITAPERS, Makassar, 4 November 2025 — Menjelang peringatan Hari Pahlawan, Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Eksekutif Kota Makassar menyatakan penolakannya terhadap rencana penetapan mantan Presiden Soeharto sebagai Pahlawan Nasional. Aksi penolakan tersebut akan digelar serentak bersama LMND di berbagai kota di Indonesia.
Dalam rilis resminya, LMND Makassar menyebut rencana pemberian gelar tersebut sebagai bentuk pelupaan sejarah atas pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang terjadi selama masa pemerintahan Orde Baru. Mereka menilai Soeharto tidak layak memperoleh gelar pahlawan karena dianggap bertanggung jawab atas praktik kediktatoran dan penindasan terhadap rakyat.
Ketua LMND Eksekutif Kota Makassar, Nur Alif, menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan pengkhianatan terhadap semangat reformasi.
“Soeharto adalah simbol kediktatoran yang menindas rakyat, membungkam kebebasan, dan menyebabkan ribuan orang menjadi korban pelanggaran HAM. Menjadikannya pahlawan sama saja menghapus jejak kelam sejarah bangsa,” ujar Nur Alif dalam pernyataannya.
LMND juga menilai bahwa rencana penetapan Soeharto sebagai pahlawan berpotensi melukai hati keluarga korban serta generasi muda yang masih memperjuangkan keadilan atas kejahatan masa lalu. Organisasi mahasiswa ini mendesak pemerintah agar lebih menghargai perjuangan rakyat, aktivis, dan tokoh yang benar-benar berkorban demi demokrasi.
Aksi di Makassar akan menjadi bagian dari gelombang gerakan nasional LMND yang dilakukan secara serentak di sejumlah kota, termasuk Jakarta, Majene, Mamasa, dan Kendari. Mereka menegaskan akan terus mengawal isu tersebut hingga pemerintah membatalkan wacana pemberian gelar tersebut.
“Pahlawan sejati adalah mereka yang berjuang untuk rakyat, bukan yang menindasnya,” tutup Nur Alif. (*)










