BeritaPers. Makassar – Institut ‘Aisyiyah Sulawesi Selatan (INASS) menggelar rapat senat terbuka luar biasa dalam rangka Wisuda Sarjana Angkatan Ke VI Institut ‘Aisyiyah Sulawesi Selatan tahun Akademik 2024/2025 yang juga dirangkaikan dengan Launching resmi INASS. Prosesi ini dihelat pada hari Ahad, tanggal 09 November 2025 di Hotel Four Points by Sheraton, Makassar
Di antara para wisudawan yang diwisuda pada Angkatan VI Institut ‘Aisyiyah Sulawesi Selatan, terdapat satu sosok yang namanya hari itu menjadi representasi keunikan peran mahasiswa aktif yang tumbuh bukan hanya di kelas, tetapi di organisasi. Alni Cahya Kamila, SE., dinobatkan sebagai lulusan terbaik tingkat institut. Ia bukan hanya mahasiswi yang menyelesaikan tugas-tugas perkuliahan, tetapi juga terlatih menajamkan kapasitasnya melalui pengalaman, ruang komunitas, dan dinamika produktif organisasi.
Selama masa studinya, Alni pernah dipercaya menjadi ketua UKM Journalism & Pen Circle (JPC) periode 2024/2025, sebuah unit kegiatan mahasiswa yang berfokus pada pengembangan literasi, jurnalistik, kepenulisan, public speaking, serta budaya volunteering. Melalui UKM ini, banyak mahasiswa menemukan ruang baru untuk melatih kemampuan menulis, berpikir kritis, dan mengartikulasikan gagasan. Tak hanya Alni, ada dua ketua UKM JPC yang juga pernah menjadi lulusan terbaik Institut, yakni Mursyid angkatan I dan Fauzan angkatan III.
Dalam sambutannya sebagai lulusan terbaik, Alni yang pernah meraih juara II lomba karya tulis ilmiah UNM tahun 2023 ini memberikan satu perspektif filosofis yang hari itu melekat sangat kuat pada konteks dunia digital. Ia mengatakan bahwa teknologi harus menjadi alat yang membantu manusia, bukan menggantikan jati diri manusia. Menurutnya, kecerdasan buatan dapat melakukan banyak hal dengan ketepatan komputasi, tetapi manusia bekerja dengan hati dengan cinta, empati, akhlak, dan keikhlasan.
Pada kesempatan ini, Rektor Institut ‘Aisyiyah Sulawesi Selatan, Dr. Nurhayati Azis, SE., M.Si, mengungkapkan bahwa momentum launching Institut ‘Aisyiyah Sulawesi Selatan (INASS) merupakan babak baru transfrmasi IPI menuju INASS, kampus berkarakter, unggul, dan bekemajuan. Hari ini adalah moment istimewa, yang sebelumnya wisuda Angkatan I sampai V masih bernama IPI, dan di wisuda angkatan VI ini sudah menjadi INASS. Wisuda kali ini merupakan peristiwa penting yang menandai kebehasilan dan keja keras para wisudawan/wati. Ketua Majelis Dikti Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Dr. Sulistyaningsih, S.Kes., MH. Kes pun turut berpesan, “Gelar bukan tanda selesai, tapi tiket untuk masuk medan amal nyata.”
Koordinator Kopertais Wilayah VIII, sulawesi, maluku dan papua, Bapak Prof.H.Hamdan Juhanis, MA., Ph.D. Beliau mengatakan “Jadilah sarjana organik (tumbuh alami), yang tumbuh tanpa dipupuk. Sarjana organik tidak lagi disubsidi oleh orang tua, sudah bisa mandiri. Jangan jadi sarjana yg tercerabut, tapi jadilah sarjana bening/ jernih yg enak dipandang, mengesankan, kalau tidak ada, dia akan dicari. Bukan orang yang membuat penat dan pusing.
Moment mengharukan turut menghiasi suasana wisuda karena adanya mahasiswa difabel bernama Fuad. Dengan menggunakan kursi roda, teman-temannya membantunya naik ka atas panggung. Lalu dia disambut langsung oleh bu rektor, kursi rodanya didorong dengan penuh cinta dalam prosesi pemindahan tali toga hingga penerimaan ijazah, lalu kembali disambut oleh teman-temannya untuk turun panggung. Usai rangkaian kegiatan wisuda, agenda dilanjutkan dengan ramah tamah yang diisi berbagai cara yang membangun keakraban untuk memintal kenangan setelah 4 tahun menempa diri di kampus tercinta.






















Discussion about this post