BERITAPERS – Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Akademi Komunitas Industri Manufaktur (AK-Manufaktur) Bantaeng tahun 2025 kembali hadir memberikan solusi nyata bagi pelaku usaha lokal.
Kali ini, tim PKM melakukan pendampingan kepada UKM Amirah, salah satu unit usaha pengolah produk abon telur di Kabupaten Bantaeng, melalui kegiatan bertema “Optimalisasi Produk Melalui Teknologi Mesin Spinner dan Desain Kemasan di UKM Amirah Kabupaten Bantaeng.”
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya perguruan tinggi vokasi dalam meningkatkan kualitas produk olahan pangan lokal agar mampu bersaing di pasar modern. Tim pelaksana PKM yang diketuai Roberth M. Ratlalan, M.T., bersama anggota dosen dan mahasiswa, turun langsung melakukan visitasi dan observasi lapangan pada 15 Mei 2025.
Visitasi: Identifikasi Kendala dan Potensi UKM
Dalam kunjungan tersebut, tim melakukan dialog intensif dengan pemilik UKM Amirah untuk memetakan kondisi aktual usaha. Dari hasil observasi, ditemukan beberapa permasalahan utama, antara lain keterbatasan sarana produksi, proses pengeringan produk yang masih manual, serta kemasan produk yang belum memenuhi standar pasar modern.
“Pelaku usaha membutuhkan teknologi yang dapat meningkatkan efisiensi dan menjaga konsistensi kualitas produk. Selain itu, kemasan produk perlu diperbarui agar lebih informatif dan menarik,” jelas Roberth saat ditemui di lokasi kegiatan.
Visitasi ini juga menghasilkan pemetaan kebutuhan prioritas yang kemudian menjadi dasar penyusunan strategi pendampingan PKM.





















Discussion about this post