• Landing Page
  • Shop
  • Contact
  • Buy JNews
Kamis, September 24, 2026
  • Login
Beritapers
  • Home
  • Kesehatan
  • Politik
  • Bisnis
  • Dunia
  • Tehnologi
  • Market
  • Finance
  • Investing
No Result
View All Result
  • Home
  • Kesehatan
  • Politik
  • Bisnis
  • Dunia
  • Tehnologi
  • Market
  • Finance
  • Investing
No Result
View All Result
Beritapers
No Result
View All Result
  • Home
  • Kesehatan
  • Politik
  • Bisnis
  • Dunia
  • Tehnologi
  • Market
  • Finance
  • Investing
Home Berita Terbaru Berita Opini

Rancang Bangun Pembelajaran PAI berbasis Penggunaan Metode Hiwar. Maruki 1 Bagian (3)

Muh. Anwar by Muh. Anwar
23 Desember 2025
in Berita Opini
Reading Time: 3 mins read
0
Rancang Bangun Pembelajaran PAI berbasis Penggunaan Metode Hiwar. Maruki 1 Bagian (3)
74
SHARES
1.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

BeritaPers. Opini – Pembelajaran PAI (Pendidikan Agama Islam) di sekolah sering identik dengan pola “guru ceramah, peserta didik mendengar”. Metode ceramah memang memiliki kelebihan jika dirancang dengan baik, apalagi untuk materi yang sifatnya informatif dan definisi. Tapi kalau targetnya dan capaiannya lebih komprehensif, misalnya peserta didik dapat memiliki pemahaman terhadap makna, punya sikap, dan kebiasaan, maka metode ceramah dipandang tidak cocok. Peserta didik akhirnya “tahu”, tapi belum tentu “memiliki pengetahuan secara mendalam terkait materi yang dipelajari” apalagi bila dikaitkan dengan kehidupan nyata peserta didik.

Melalui kenyataan ini, metode hiwar bisa jadi rekomendasi yang menarik. Hiwar sama dengan dialog. Tetapi bukan debat kusir, bukan juga ngobrol biasa. Dialog dimaksud berupa percakapan yang terarah: ada pertanyaan, ada pendapat, ada tanggapan, lalu ditutup dengan kesimpulan yang jelas.

Metode dialog ini sebenarnya sudah lasim dalam tradisi Islam. Al-Qur’an banyak menginformasikan contoh-contoh dialog, seperti: Nabi Ibrahim berdialog dengan kaumnya, Nabi Musa berdialog dengan Fir’aun, dan lain-lain. Melalui cara dialog ini, maka pesan, nilai dapat disampaikan lewat tanya-jawab dan percakapan, sehingga menjadi “nyata” sejak awal, bukan hal baru.

Supaya metode hiwar ini tidak cuma jadi diskusi bebas, perlu “rancang bangun” yang jelas, melalui tahapan:
Tahap pertama: perencanaan. Guru memilih tema PAI yang memang cocok untuk dibahas lewat dialog, misalnya soal jujur, adab bermedia sosial, tanggung jawab, toleransi, atau pergaulan. Tema-tema seperti ini dekat dengan realita peserta didik. Lalu guru siapkan pertanyaan pemantik yang terbuka, misalnya: “Menurut kalian, bohong kecil itu tetap bohong tidak?” atau “Kenapa ada orang rajin ibadah tapi masih suka menyakiti orang lain?” Pertanyaan model begini biasanya memancing peserta didik berpikir dan berani bicara.

Tahap kedua: pelaksanaan. Di sini peran guru berubah: bukan pusat semua jawaban, tapi jadi pengarah. Guru membuka ruang peserta didik untuk menyampaikan pendapat, pengalaman, atau contoh yang mereka lihat di lingkungan sosialnya. Setelah itu, guru membantu merapikan arah diskusi: mana yang sesuai, mana yang perlu diluruskan, dan bagaimana mengaitkannya dengan nilai Islam lewat dalil yang pas. Jadi dalil bukan ditempel di awal lalu selesai, tetapi jadi “kompas atau pedoman” untuk menuntun dialog supaya tetap terarah. Yang penting, suasana kelas dijaga tetap aman: peserta didik boleh beda pendapat, tapi caranya tetap menjaga sopan santun dalam berdialog, pakai alasan, dan tidak menjatuhkan teman.

Tahap ketiga: penutup dan evaluasi. Metode hiwar tidak cukup dinilai lewat asesmen melalui instrument tes pilihan ganda. Hal yang dinilai bukan cuma hasil akhir, tapi juga proses: apakah peserta didik dapat menyampaikan pendapat dengan baik, apakah dapat mendengar pendapat teman, apakah bisa menarik pelajaran dari diskusi. Bagian refleksi juga penting. Misalnya di akhir, guru minta peserta didik menulis tugas reflektif.

Metode hiwar ini memiliki dampak akademik jika diikuti tahapan di atas, seperti kelas jadi lebih hidup, peserta didik lebih aktif dan terlibat dalam peristiwa dialog, melatih proses berpikir secara komprehensif karena dibahas lewat contoh dan pengalaman hidup mereka, serta peserta didik belajar tentang adab berdialog: seperti bicara baik, mendengar, dan menghargai perbedaan.

Tentu metode hiwar ini juga memiliki keterbatasan, seperti: butuh waktu, butuh keterampilan, dan guru harus siap mengelola kelas. Kenyataannya, kadang juga ada peserta didik yang terlalu dominan atau justru pasif. Kadang diskusi melebar kalau tidak diarahkan. Oleh Karena itu, guru perlu punya panduan yang jelas terkait: tujuan pembelajaran, pertanyaan pemantik yang terencana, dan batas-batas diskusi yang terjaga.

Pada akhirnya, materi PAI idealnya bukan sekadar pelajaran untuk dihafal, tapi ruang belajar untuk membentuk cara pandang dan sikap hidup peserta didik. Metode hiwar bisa dapat direkomendasi untuk membantu ke arah itu: membuat peserta didik tidak hanya “tahu”, tetapi juga paham, merasakan, lalu secara perlahan membiasakan nilai-nilai Islam dalam kehidupan nyata.

Anda Mungkin Menyukai Berita ini

Bulu Saukang 332 MDPL, Pendakian Pendek, Pelajaran Panjang

Bulu Saukang 332 MDPL, Pendakian Pendek, Pelajaran Panjang

19 September 2026
Interprofessional Education (IPE), Sebuah Gagasan dalam Penyiapan Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang Dapat Bekerja Pada Satu TIM

Interprofessional Education (IPE), Sebuah Gagasan dalam Penyiapan Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang Dapat Bekerja Pada Satu TIM

17 September 2026
Maulid Nabi Muhammad SAW, Merayakan Kelahiran atau Menghidupkan Keteladanan

Maulid Nabi Muhammad SAW, Merayakan Kelahiran atau Menghidupkan Keteladanan

13 September 2026
Menyikapi Ujian: Sabar, Ikhlas, dan Tebar Kemaslahatan di Tengah Krisis Makassar

Menyikapi Ujian: Sabar, Ikhlas, dan Tebar Kemaslahatan di Tengah Krisis Makassar

13 September 2026
Ketika Sampah Jadi Media Belajar: Amelya Putri Azizah Tanamkan Cinta Lingkungan Sejak Usia Dini

Ketika Sampah Jadi Media Belajar: Amelya Putri Azizah Tanamkan Cinta Lingkungan Sejak Usia Dini

19 Agustus 2026

Penulis : Dr. Usman, S.Ag., M.Pd
Dosen Tetap FTK Prodi PAI UINAM
Kaprodi PPG FTK

Post Views: 127
Tags: Berita OpiniBerita PendidikanBerita PersDr. UsmanFTK UINAMProdi PPG FTK
Muh. Anwar

Muh. Anwar

Dr. Muh. Anwar HM, S.Ag., M.Pd adalah seorang dosen & praktisi pendidikan, CEO ITMT Indonesia, Ketua Program Studi Manajemen di STIMI YAPMI Makassar, beliau seorang penulis, public speaker, hypnoterapist & trainer hypnoteaching, telah melakukan berbagai penelitian di bidang Hipnoteaching dan telah mempublikasikan hasilnya di jurnal nasional dan internasional. Dengan dedikasi dan kontribusinya, Muh. Anwar HM menjadi salah satu dosen yang berpengaruh di UIN Alauddin Samata dengan spesialisasi  di bidang Manajemen Pendidikan,  hypnoteaching, hypnoteraphy dan public speaking yang diakui secara nasional. Beliau terus berusaha meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian di Indonesia, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Related Posts

Bulu Saukang 332 MDPL, Pendakian Pendek, Pelajaran Panjang
Berita Opini

Bulu Saukang 332 MDPL, Pendakian Pendek, Pelajaran Panjang

by Kilang
4 hari ago
0

BeritaPers || Jangan ukur sebuah pendakian hanya dari seberapa tinggi gunung yang ditaklukkan. Sebab, tidak semua perjalanan harus berakhir di ketinggian ribuan meter untuk memberikan pengalaman yang berarti....

Interprofessional Education (IPE), Sebuah Gagasan dalam Penyiapan Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang Dapat Bekerja Pada Satu TIM
Berita Opini

Interprofessional Education (IPE), Sebuah Gagasan dalam Penyiapan Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang Dapat Bekerja Pada Satu TIM

by Kilang
7 hari ago
0

BeritaPers || Saya sering sekali mendengar dan membaca keluhan dari beberapa guru dan dosen terkait beban adminstrasi yang mereka harus jalani dalam pelaksanaan tugas mereka. Sebutlah tugas menyiapkan...

Maulid Nabi Muhammad SAW, Merayakan Kelahiran atau Menghidupkan Keteladanan

Maulid Nabi Muhammad SAW, Merayakan Kelahiran atau Menghidupkan Keteladanan

2 minggu ago
Menyikapi Ujian: Sabar, Ikhlas, dan Tebar Kemaslahatan di Tengah Krisis Makassar

Menyikapi Ujian: Sabar, Ikhlas, dan Tebar Kemaslahatan di Tengah Krisis Makassar

2 minggu ago
Ketika Sampah Jadi Media Belajar: Amelya Putri Azizah Tanamkan Cinta Lingkungan Sejak Usia Dini

Ketika Sampah Jadi Media Belajar: Amelya Putri Azizah Tanamkan Cinta Lingkungan Sejak Usia Dini

1 bulan ago
Load More

Related News

Apel Pagi RSUD Andi Makkasau Perkuat Budaya Kerja BerAKHLAK demi Tingkatkan Kualitas Pelayanan Kesehatan

Apel Pagi RSUD Andi Makkasau Perkuat Budaya Kerja BerAKHLAK demi Tingkatkan Kualitas Pelayanan Kesehatan

29 Juni 2026
Musrenbang RPJMD Tahun 2025-2029 dan RKPD Kab. Takalar 2026

Musrenbang RPJMD Tahun 2025-2029 dan RKPD Kab. Takalar 2026

2 Juni 2025
Ibadah: Ritual atau Spiritualitas?

Ibadah: Ritual atau Spiritualitas?

11 Maret 2025

Browse by Category

  • Artikel
  • Berita Budaya
  • Berita Cuaca
  • Berita Daerah
  • Berita Desa
  • Berita Dunia
  • Berita Ekonomi
  • Berita Foto
  • Berita Hankam
  • Berita Hiburan
  • Berita Hukum
  • Berita Kampus
  • Berita Kesehatan
  • Berita Kota
  • Berita Kriminal
  • Berita Nasional
  • Berita Olahraga
  • Berita Opini
  • Berita Pemerintahan
  • Berita Pendidikan
  • Berita Peristiwa
  • Berita Polisi
  • Berita Politik
  • Berita Ragam
  • Berita Religi
  • Berita Seremonial
  • Berita Sorot
  • Berita Sosbud
  • Berita Terbaru
  • Berita TNI
  • Berita Video
  • Breaking News
  • Business
  • Crypto
  • English News
  • Finance
  • Galeri
  • Health
  • International
  • Investing
  • Market
  • Movie
  • News
  • Newsbeat
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pedoman Siber
  • Politics
  • Protest
  • Space
  • Stories
  • Tajuk Utama
  • Technology
  • Trending Topik
  • Women
  • World
Beritapers

© 2025 - 2026 Beritapers.com - All Rights Reserved

Navigate Site

  • Blog
  • Checkout
  • Disclaimer
  • Elementor
  • Home
  • Home – العربية
  • Home 7
  • Indeks Berita
  • Keranjang
  • Kode Etik
  • Kode Etik Perilaku
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Sitemap_news
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Terms of Service

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Landing Page
  • Redaksi
  • Kode Etik Perilaku
  • Kode Etik
  • Indeks Berita
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

© 2025 - 2026 Beritapers.com - All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?