• Landing Page
  • Shop
  • Contact
  • Buy JNews
Rabu, September 23, 2026
  • Login
Beritapers
  • Home
  • Kesehatan
  • Politik
  • Bisnis
  • Dunia
  • Tehnologi
  • Market
  • Finance
  • Investing
No Result
View All Result
  • Home
  • Kesehatan
  • Politik
  • Bisnis
  • Dunia
  • Tehnologi
  • Market
  • Finance
  • Investing
No Result
View All Result
Beritapers
No Result
View All Result
  • Home
  • Kesehatan
  • Politik
  • Bisnis
  • Dunia
  • Tehnologi
  • Market
  • Finance
  • Investing
Home Berita Terbaru Berita Opini

Darurat Pendidikan: Ketika Pulpen Lebih Mahal dari Nyawa Anak

Penulis : Muhammad Yahya (Mahasiswa MPI FTK UINAM)

Muh. Anwar by Muh. Anwar
4 Februari 2026
in Berita Opini
Reading Time: 2 mins read
0
Darurat Pendidikan: Ketika Pulpen Lebih Mahal dari Nyawa Anak
83
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

BeritaPers. Opini || Kematian peserta didik di NTT akibat ketidakmampuan membeli alat tulis adalah bukti telanjang kegagalan negara dalam menjamin hak dasar pendidikan. Di negeri yang mengklaim anggaran pendidikan 20% dari APBN, seorang anak justru kehilangan masa depannya karena sebatang pulpen. Ini bukan kecelakaan, melainkan bentuk kekerasan struktural yang dibiarkan.

Tragedi ini juga membuka wajah asli birokrasi pendidikan yang kerap bersembunyi di balik laporan dan angka statistik. Negara merasa cukup dengan menyalurkan dana, tanpa memastikan dana itu benar-benar hadir sebagai keadilan di ruang kelas. Ketika sekolah masih memaksa standar yang sama pada kondisi yang timpang, maka pendidikan berubah menjadi alat seleksi sosial: yang mampu bertahan, yang miskin disingkirkan secara halus namun sistematis.

Pendidikan Indonesia hari ini masih mereproduksi ketimpangan sosial. Sekolah menuntut prestasi, sementara negara gagal memastikan kebutuhan paling dasar. Bagi siswa miskin di wilayah tertinggal, pendidikan bukan lagi jalan pembebasan, tetapi ruang yang menyingkirkan mereka secara perlahan.

Pemerintah sibuk berbicara digitalisasi dan kurikulum modern, namun lupa bahwa di banyak tempat, buku dan alat tulis masih menjadi barang mewah. Menuntut capaian akademik tanpa menjamin akses dasar bukan hanya tidak adil, tetapi tidak manusiawi.

Pendidikan yang berkeadilan seharusnya dimulai dari empati kebijakan, bukan sekadar regulasi administratif. Sekolah tidak boleh menjadi ruang yang menambah beban psikologis anak miskin, apalagi menjadi pemicu tragedi. Jika alat tulis saja tak bisa dijamin, maka seluruh wacana meritokrasi, kompetisi, dan standar nasional hanyalah mitos yang memihak kelas menengah ke atas. Negara sedang mendidik generasi dengan standar palsu: seolah semua anak memulai dari garis yang sama.

Jika negara tidak mampu memastikan bahwa setiap anak bisa belajar tanpa dibunuh oleh kemiskinan, maka slogan “Indonesia Emas 2045” hanyalah ilusi elit. Pendidikan seharusnya menyelamatkan nyawa, bukan mengorbankannya.

Sudah saatnya publik berhenti diam. Tragedi ini bukan untuk ditangisi semata, tetapi untuk dilawan. Jika hari ini pulpen menjadi alasan kematian seorang anak, besok mungkin seragam, sepatu, atau biaya transportasi yang mengambil korban berikutnya. Pendidikan tidak boleh menunggu reformasi bertahap sementara nyawa anak-anak menjadi tarifnya. Negara harus dipaksa memilih: berpihak pada kehidupan, atau terus memelihara sistem yang membunuh masa depan secara perlahan.

Post Views: 284

Anda Mungkin Menyukai Berita ini

Bulu Saukang 332 MDPL, Pendakian Pendek, Pelajaran Panjang

Bulu Saukang 332 MDPL, Pendakian Pendek, Pelajaran Panjang

19 September 2026
Interprofessional Education (IPE), Sebuah Gagasan dalam Penyiapan Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang Dapat Bekerja Pada Satu TIM

Interprofessional Education (IPE), Sebuah Gagasan dalam Penyiapan Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang Dapat Bekerja Pada Satu TIM

17 September 2026
Maulid Nabi Muhammad SAW, Merayakan Kelahiran atau Menghidupkan Keteladanan

Maulid Nabi Muhammad SAW, Merayakan Kelahiran atau Menghidupkan Keteladanan

13 September 2026
Menyikapi Ujian: Sabar, Ikhlas, dan Tebar Kemaslahatan di Tengah Krisis Makassar

Menyikapi Ujian: Sabar, Ikhlas, dan Tebar Kemaslahatan di Tengah Krisis Makassar

13 September 2026
Ketika Sampah Jadi Media Belajar: Amelya Putri Azizah Tanamkan Cinta Lingkungan Sejak Usia Dini

Ketika Sampah Jadi Media Belajar: Amelya Putri Azizah Tanamkan Cinta Lingkungan Sejak Usia Dini

19 Agustus 2026
Tags: Berita OpiniBerita PendidikanBerita PersFTK UINAMHMIProdi MPI FTK UINAM
Muh. Anwar

Muh. Anwar

Dr. Muh. Anwar HM, S.Ag., M.Pd adalah seorang dosen & praktisi pendidikan, CEO ITMT Indonesia, Ketua Program Studi Manajemen di STIMI YAPMI Makassar, beliau seorang penulis, public speaker, hypnoterapist & trainer hypnoteaching, telah melakukan berbagai penelitian di bidang Hipnoteaching dan telah mempublikasikan hasilnya di jurnal nasional dan internasional. Dengan dedikasi dan kontribusinya, Muh. Anwar HM menjadi salah satu dosen yang berpengaruh di UIN Alauddin Samata dengan spesialisasi  di bidang Manajemen Pendidikan,  hypnoteaching, hypnoteraphy dan public speaking yang diakui secara nasional. Beliau terus berusaha meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian di Indonesia, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Related Posts

Bulu Saukang 332 MDPL, Pendakian Pendek, Pelajaran Panjang
Berita Opini

Bulu Saukang 332 MDPL, Pendakian Pendek, Pelajaran Panjang

by Kilang
4 hari ago
0

BeritaPers || Jangan ukur sebuah pendakian hanya dari seberapa tinggi gunung yang ditaklukkan. Sebab, tidak semua perjalanan harus berakhir di ketinggian ribuan meter untuk memberikan pengalaman yang berarti....

Interprofessional Education (IPE), Sebuah Gagasan dalam Penyiapan Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang Dapat Bekerja Pada Satu TIM
Berita Opini

Interprofessional Education (IPE), Sebuah Gagasan dalam Penyiapan Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang Dapat Bekerja Pada Satu TIM

by Kilang
6 hari ago
0

BeritaPers || Saya sering sekali mendengar dan membaca keluhan dari beberapa guru dan dosen terkait beban adminstrasi yang mereka harus jalani dalam pelaksanaan tugas mereka. Sebutlah tugas menyiapkan...

Maulid Nabi Muhammad SAW, Merayakan Kelahiran atau Menghidupkan Keteladanan

Maulid Nabi Muhammad SAW, Merayakan Kelahiran atau Menghidupkan Keteladanan

1 minggu ago
Menyikapi Ujian: Sabar, Ikhlas, dan Tebar Kemaslahatan di Tengah Krisis Makassar

Menyikapi Ujian: Sabar, Ikhlas, dan Tebar Kemaslahatan di Tengah Krisis Makassar

1 minggu ago
Ketika Sampah Jadi Media Belajar: Amelya Putri Azizah Tanamkan Cinta Lingkungan Sejak Usia Dini

Ketika Sampah Jadi Media Belajar: Amelya Putri Azizah Tanamkan Cinta Lingkungan Sejak Usia Dini

1 bulan ago
Load More

Related News

Bupati dan Wabup Takalar Komitmen Bersihkan Takalar Dari Pungli

Bupati dan Wabup Takalar Komitmen Bersihkan Takalar Dari Pungli

25 Agustus 2025
51 Siswa-Siswi Terpilih Ikuti Pelatihan Paskibra HUT ke-80 RI Tingkat Kecamatan Lanrisang

51 Siswa-Siswi Terpilih Ikuti Pelatihan Paskibra HUT ke-80 RI Tingkat Kecamatan Lanrisang

19 Juli 2025
PSP dan PKB Teguhkan Komitmen Bersama Untuk Palestina

PSP dan PKB Teguhkan Komitmen Bersama Untuk Palestina

1 Juli 2025

Browse by Category

  • Artikel
  • Berita Budaya
  • Berita Cuaca
  • Berita Daerah
  • Berita Desa
  • Berita Dunia
  • Berita Ekonomi
  • Berita Foto
  • Berita Hankam
  • Berita Hiburan
  • Berita Hukum
  • Berita Kampus
  • Berita Kesehatan
  • Berita Kota
  • Berita Kriminal
  • Berita Nasional
  • Berita Olahraga
  • Berita Opini
  • Berita Pemerintahan
  • Berita Pendidikan
  • Berita Peristiwa
  • Berita Polisi
  • Berita Politik
  • Berita Ragam
  • Berita Religi
  • Berita Seremonial
  • Berita Sorot
  • Berita Sosbud
  • Berita Terbaru
  • Berita TNI
  • Berita Video
  • Breaking News
  • Business
  • Crypto
  • English News
  • Finance
  • Galeri
  • Health
  • International
  • Investing
  • Market
  • Movie
  • News
  • Newsbeat
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pedoman Siber
  • Politics
  • Protest
  • Space
  • Stories
  • Tajuk Utama
  • Technology
  • Trending Topik
  • Women
  • World
Beritapers

© 2025 - 2026 Beritapers.com - All Rights Reserved

Navigate Site

  • Blog
  • Checkout
  • Disclaimer
  • Elementor
  • Home
  • Home – العربية
  • Home 7
  • Indeks Berita
  • Keranjang
  • Kode Etik
  • Kode Etik Perilaku
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Sitemap_news
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Terms of Service

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Landing Page
  • Redaksi
  • Kode Etik Perilaku
  • Kode Etik
  • Indeks Berita
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

© 2025 - 2026 Beritapers.com - All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?