Beritapers.com Makassar — Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) melalui Kantor Wilayah VI Makassar melakukan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok penting di Pasar Terong, Kota Makassar, Senin (9/3/2026), menjelang bulan Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 2026.
Pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok dilakukan untuk memastikan stabilitas harga serta kelancaran distribusi kebutuhan masyarakat di pasar tradisional.
Kegiatan ini dipimpin oleh Pelaksana Tugas Kepala Kanwil VI KPPU Makassar, Hasiholan Pasaribu, dan melibatkan sejumlah instansi, di antaranya Dinas Perdagangan Provinsi Sulawesi Selatan, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Peternakan, Perum Bulog, serta Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Selatan.
Pemantauan dilaksanakan pada Senin, 9 Maret 2026, menjelang meningkatnya kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri. Kegiatan dilakukan di Pasar Terong, salah satu pasar tradisional utama di Kota Makassar.
Hasiholan Pasaribu menjelaskan pemantauan ini merupakan langkah antisipasi terhadap potensi kenaikan harga akibat meningkatnya permintaan selama Ramadan dan Idulfitri. Selain itu, pengawasan dilakukan untuk mencegah praktik usaha yang melanggar ketentuan persaingan usaha sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999.
Tim gabungan melakukan pengecekan langsung terhadap harga sejumlah komoditas serta berdialog dengan pedagang. Hasil pemantauan menunjukkan beberapa komoditas mengalami kenaikan harga, seperti daging ayam, telur ayam ras, dan cabai, namun peningkatannya masih dalam batas wajar sekitar 1–2 persen.
Di Pasar Terong, harga ayam potong tercatat sekitar Rp60 ribu hingga Rp65 ribu per ekor dengan berat sekitar 1,9–2 kilogram. Telur ayam ras dijual sekitar Rp58 ribu per rak. Sementara itu, beras kemasan lima kilogram dipasarkan sekitar Rp60 ribu, beras medium sekitar Rp13.500 per kilogram, dan minyak goreng Minyakita sekitar Rp15.700 per liter.
Kenaikan harga cabai dipengaruhi faktor cuaca yang berdampak pada produksi di daerah pemasok. Sementara itu, peningkatan permintaan ayam dan telur juga diduga berkaitan dengan pelaksanaan program pemerintah Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Meski terjadi kenaikan pada beberapa komoditas, KPPU memastikan ketersediaan bahan pokok masih aman dan distribusi berjalan lancar. Dari keterangan pedagang, hingga saat ini tidak ditemukan gangguan pasokan yang signifikan,”kata Hasiholan Pasaribu.
KPPU juga mengawasi kemungkinan praktik penahanan pasokan oleh distributor atau produsen. Jika ditemukan indikasi pelanggaran, KPPU akan memanggil pihak terkait untuk klarifikasi.
“Apabila terbukti melanggar, pelaku usaha dapat dikenakan sanksi administratif dengan denda minimal Rp1 miliar sesuai ketentuan yang berlaku,”jelasnya.
Sementara itu, Kepala Cabang Bulog Makassar, Karmila, menyampaikan cadangan beras nasional saat ini dalam kondisi aman dengan jumlah sekitar 526 ribu ton. Bulog bersama pemerintah daerah dan Bank Indonesia terus melakukan pemantauan harga di sejumlah pasar di Makassar guna menjaga stabilitas harga dan pasokan bahan pokok selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri.
Melalui pemantauan rutin tersebut, diharapkan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga dan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan selama Ramadan dan Idulfitri tanpa kekhawatiran terhadap lonjakan harga.










