BeritaPers. Makassar || – Suasana khidmat dan haru menyelimuti Ballroom Swiss-Belhotel Makassar pada Sabtu, 11 April 2026. Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Indonesia (STIMI) YAPMI Makassar resmi menggelar Rapat Senat Terbuka dalam rangka Wisuda Sarjana ke-XXIII. Perhelatan ini menjadi istimewa karena menyatukan lulusan dari kelas reguler dengan mahasiswa program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang berasal dari berbagai pelosok Indonesia.
Prosesi wisuda kali ini mencatatkan sejarah tersendiri bagi kampus yang dikenal mencetak manajer handal ini. Para wisudawan program RPL merupakan para praktisi dan pekerja profesional yang mendapatkan pengakuan akademik atas pengalaman kerja mereka. Kehadiran mereka membuktikan bahwa sekat geografis dan kesibukan dunia kerja bukan lagi penghalang untuk meraih gelar akademik formal di jenjang pendidikan tinggi.
Mahasiswa program RPL yang dikukuhkan berasal dari wilayah yang sangat beragam, mulai dari Kabupaten Banggai Kepulauan, Kabupaten Berau di Kalimantan Timur, hingga ujung timur Indonesia yakni Jayapura dan Ambon. Selain itu, terdapat pula lulusan dari Parigi Moutong serta berbagai wilayah di Sulawesi Selatan, yang kini resmi menyandang gelar Sarjana Manajemen (S.M.).
Ketua STIMI YAPMI Makassar, Dr. Ibrahim Syah, S.E., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga atas capaian para wisudawan. Beliau menekankan bahwa gelar Sarjana Manajemen yang diraih merupakan bukti nyata sinergi antara teori akademik dan praktik di lapangan. “Wisuda hari ini adalah momentum transformasi. Kami melepas Anda semua kembali ke masyarakat dengan kompetensi yang lebih tajam dan integritas yang teruji,” ujarnya di hadapan para hadirin.
Lebih lanjut, Dr. Ibrahim Syah menyatakan komitmen institusi untuk terus mendukung program inklusi pendidikan melalui jalur RPL. Menurutnya, STIMI YAPMI Makassar hadir untuk memberikan akses seluas-luasnya bagi putra-putri daerah agar memiliki daya saing nasional. Ia berharap para lulusan dapat menjadi motor penggerak perubahan di instansi maupun daerah asal masing-masing.
Kepala Program Studi Manajemen STIMI YAPMI Makassar, Dr. Muh Anwar, HM, dalam kesempatan tersebut turut memberikan tinjauan dari perspektif akademik. Beliau menegaskan bahwa meski mahasiswa program RPL memiliki latar belakang pengalaman kerja yang luas, pihak prodi tetap memberlakukan standarisasi kompetensi yang ketat agar selaras dengan profil lulusan Sarjana Manajemen yang unggul.
“Kami di Program Studi Manajemen memastikan bahwa rekognisi yang diberikan bukan sekadar formalitas administrasi. Kurikulum kami telah dirancang untuk mempertajam naluri manajerial para praktisi ini, sehingga saat mereka kembali ke daerah asal seperti ke Banggai Kepulauan hingga Jayapura mereka tidak hanya membawa gelar, tetapi juga kerangka berpikir strategis yang lebih sistematis,” jelas Dr. Muh Anwar.
Ia juga menambahkan bahwa keberagaman asal wilayah para wisudawan memperkaya dinamika diskusi di ruang kelas virtual maupun luring selama masa studi. Menurutnya, interaksi antara teori manajemen modern dengan realita problematik di berbagai daerah menjadi nilai tambah (added value) bagi prodi dalam mengembangkan materi pembelajaran yang lebih aplikatif dan kontekstual.
Pengelola Program RPL STIMI YAPMI Makassar, Andi Asyifa Rizki Nasta, S.Tr.Par., M.A.P., turut memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi para mahasiswa. Baginya, mengelola kelas yang terdiri dari mahasiswa lintas wilayah dengan latar belakang pekerjaan yang padat merupakan tantangan sekaligus kebanggaan tersendiri bagi pihak pengelola.
“Program RPL ini didesain khusus untuk memberikan keadilan bagi mereka yang telah lama mengabdi di dunia kerja namun belum memiliki legalitas akademik. Melihat mereka berdiri di sini hari ini, dari Berau hingga Papua, adalah bukti bahwa sistem pendidikan kita semakin adaptif dan solutif terhadap kebutuhan SDM di daerah,” ungkap Andi Asyifa di sela-sela acara.
Ia juga menambahkan bahwa fleksibilitas dan kualitas pembelajaran tetap menjadi prioritas utama. Meskipun para mahasiswa RPL menjalani masa studi yang disesuaikan dengan pengalaman kerja mereka, standar kompetensi manajerial yang diberikan tetap mengacu pada kurikulum nasional yang ketat, guna memastikan lulusan memiliki kualitas yang setara dengan kelas reguler.
Suasana semakin emosional saat salah satu perwakilan wisudawan RPL, Sandy Jodin Aronggear, memberikan kesan dan pesannya. Pria asal Kota Jayapura, Papua ini mengungkapkan bahwa menempuh pendidikan di STIMI YAPMI Makassar merupakan pengalaman luar biasa yang memberinya sudut pandang baru dalam mengelola organisasi di tanah kelahirannya.
“Jarak antara Jayapura dan Makassar terasa tidak berarti dibandingkan dengan ilmu yang saya dapatkan. Terima kasih kepada STIMI YAPMI yang telah memberikan kesempatan bagi kami para pekerja untuk bisa meraih gelar Sarjana Manajemen. Gelar ini saya dedikasikan untuk keluarga dan pembangunan di tanah Papua,” kata Sandy dengan nada bangga.
Keberhasilan Sandy dan rekan-rekan mahasiswa RPL lainnya menjadi inspirasi bagi banyak orang bahwa tidak ada kata terlambat untuk belajar. Mereka membuktikan bahwa pengalaman bertahun-tahun di lapangan, jika dipadukan dengan penguatan teori manajemen yang tepat, akan melahirkan sosok pemimpin yang tangguh dan visioner.
Acara wisuda ke-XXIII ini ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah. Dengan bertambahnya alumni baru ini, STIMI YAPMI Makassar kembali mempertegas posisinya sebagai institusi pendidikan yang mampu menjembatani kebutuhan dunia industri dengan kualifikasi akademik, sekaligus mempererat persatuan nasional melalui pendidikan tinggi yang inklusif.






















Discussion about this post