BERITAPERS || GOWA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa terus menabuh genderang perang terhadap ancaman stunting demi menyelamatkan kualitas generasi penerus bangsa.
Komitmen nyata tersebut kembali diperkuat melalui pelaksanaan program intervensi spesifik Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar kelompok rentan 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD. Langkah strategis ini ditegaskan langsung oleh Wakil Bupati Gowa,
Darmawangsyah Muin, saat memimpin Rapat Pengendalian Lapangan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) di Aula Kantor Dinas PPKB Gowa, Kamis (21/5/2026).
Menurut Darmawangsyah, persoalan stunting bukan sekadar isu sektor kesehatan semata, melainkan sebuah pertaruhan besar mengenai masa depan daerah dan kualitas sumber daya manusia (SDM) masa depan.
Jika hari ini ada anak terlahir dan tumbuh tanpa asupan gizi yang cukup, maka beberapa tahun ke depan daerah akan kehilangan pemuda potensial yang seharusnya menjadi motor penggerak kemajuan.
Selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Gowa, ia menginstruksikan jajarannya untuk memastikan penanganan stunting dilakukan melalui aksi nyata yang menyentuh langsung akar rumput di masyarakat.
Wabup Gowa menegaskan bahwa pelaksanaan Program MBG 3B di lapangan wajib berjalan tegak lurus dengan ketentuan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 115 Tahun 2025, khususnya Pasal 47 yang mengatur tentang penyaluran bantuan oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK).
Kekuatan utama Kabupaten Gowa terletak pada kolaborasi solid TPK yang di dalamnya mengakar kader KB, kader PKK, hingga bidan desa.
“TPK bukan hanya pelaksana administratif, tetapi garda terdepan pendamping keluarga yang memahami kondisi riil masyarakat sampai ke tingkat dusun dan lingkungan terkecil,” jelas pria yang akrab disapa DM ini.
Darmawangsyah meminta seluruh penyuluh KB, kepala UPT, operator program, hingga unsur teknis lainnya memastikan penyaluran MBG 3B memenuhi prinsip empat tepat: tepat sasaran, tepat waktu, tepat manfaat, serta berdampak nyata.
Indikator keberhasilan program ini sama sekali tidak boleh diukur dari sekadar laporan angka distribusi logistik di atas kertas, melainkan harus dinilai dari adanya perubahan klinis pada status kesehatan ibu dan anak.
Pemerintah ingin memastikan tidak ada lagi ibu hamil yang kekurangan energi kronis, serta balita Gowa mendapatkan nutrisi esensial optimal.
Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Gowa, Sofyan Daud, menjelaskan bahwa rapat pengendalian Bangga Kencana merupakan forum evaluasi bulanan wajib. Evaluasi berkala ini sangat krusial untuk mengukur efektivitas program dan mengantisipasi kendala teknis di lapangan.
Sofyan tidak menampik adanya tantangan keterbatasan anggaran fiskal daerah saat ini, namun hal tersebut disiasati dengan memaksimalkan pemanfaatan fasilitas dan sarana yang ada. Ia juga melaporkan inovasi lain berupa keberadaan sekolah lansia di Kecamatan Pattallassang.
Berkat kerja keras kolektif seluruh instansi dan kader di lapangan, Sofyan membeberkan kabar baik bahwa angka prevalensi stunting di Kabupaten Gowa kini telah berhasil ditekan secara signifikan. “Saat ini angka stunting kita sudah mulai berada pada posisi 17 persen,” ungkap Sofyan dengan optimis.
Capaian positif ini menjadi pemantik semangat bagi Pemkab Gowa untuk terus memperluas jangkauan Program MBG 3B, sehingga target mewujudkan daerah zero-stunting dapat segera terealisasi guna mencetak generasi Gowa yang sehat, cerdas, dan tangguh.
Rapat koordinasi ini diakhiri dengan penyusunan peta jalan taktis pelaksanaan program untuk bulan berikutnya dengan pengawasan yang lebih diperketat.
Sinergi yang kuat antara kebijakan pimpinan daerah, kepatuhan terhadap regulasi Perpres, serta militansi para kader posyandu di tingkat desa diyakini menjadi modal utama Gowa dalam mengentaskan masalah gizi buruk.
Lewat keberpihakan anggaran dan perhatian penuh pada sektor nutrisi ini, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap komitmen perlindungan anak dan ibu oleh Pemkab Gowa dipastikan akan semakin meningkat tajam.





















Discussion about this post